Bankaltimtara

Wakil Kepala BGN Geram usai Dicurhati Pekerja MBG: Tidur di Lantai, hingga Pakai Peralatan Bekas

Wakil Kepala BGN Geram usai Dicurhati Pekerja MBG: Tidur di Lantai, hingga Pakai Peralatan Bekas

BGN juga menemukan dapur MBG yang dibangun di bawah sarang walet di Ponorogo, Jawa Timur.-(Ist./ Dok. BGN)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegur keras mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menerima keluhan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah pekerja mengaku tidak memiliki ruang istirahat hingga harus tidur di lantai dapur MBG.

Temuan itu terjadi saat Nanik meninjau SPPG Trenggalek Pogalan, Dusun Duwet, Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. 

Dalam kunjungan tersebut, seorang pengawas keuangan mengeluhkan tidak tersedianya fasilitas dasar bagi pengelola dapur MBG.

BACA JUGA: Puluhan Siswa SDN 008 Waru Diduga Keracunan usai Konsumsi Puding Menu MBG

BACA JUGA: Puding dari UMKM Diduga Jadi Penyebab 25 Siswa di PPU Keracunan MBG

Menanggapi hal itu, Nanik mewajibkan mitra MBG menyiapkan ruang istirahat yang layak serta memastikan seluruh peralatan dapur dalam kondisi baru dan berfungsi baik.

"Mitra yang tidak mau menyediakan ruang istirahat untuk kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan dihentikan sementara. Bilang sama pemilik, ya, saya sudah marah betul ini, saya tutup atau segera membuat kamar!" kata Nanik, dikutip Antara, Kamis (12/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa mitra yang telah menerima dana operasional harian harus memenuhi kewajiban penyediaan fasilitas kerja.

"Mitra sudah menerima Rp6 juta setiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab," ujar dia.

BACA JUGA: Siswa di Waru Keracunan MBG, Wabup PPU segera Evaluasi Menyeluruh SPPG

BACA JUGA: Antisipasi Inflasi, TPID Balikpapan Siapkan Skema Pasokan Pangan Lokal untuk MBG

Pengawas keuangan yang menyampaikan keluhan tersebut bernama Nia Hastuti. Ia mengaku kondisi kerja di dapur MBG tidak didukung fasilitas istirahat yang memadai.

"Kami merasa kasihan sekali kepada pengawas gizi kami karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur akibat tidak ada ruang istirahat. Padahal, setiap hari dia tidak tidur semalaman karena mengawasi proses masak," kata Nia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: