“Besok atau lusa kami akan melakukan rapat koordinasi,” ucapnya.
BACA JUGA: Penuhi Trotoar dan Ganggu Pejalan Kaki, Pedagang di Jalan Ahmad Yani Bontang Ditertibkan
BACA JUGA: Koperasi Merah Putih di Bontang Belum Berjalan, Terhambat Suku Bunga yang Tinggi
Penanganan KLB DBD memerlukan tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat. Yakni melalui penyelidikan epidemiologi, penanggulangan vektor, dan pelaporan yang akurat.
Serta upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit ini.
Namun, di tahap awal, upaya untuk meredam penyebaran nyamuk DBD ini akan dilakukan.
Seperti melakukan upaya fogging di beberapa titik dengan kasus tinggi.
BACA JUGA: Oktober Pemasangan Jargas di Bontang Dimulai
BACA JUGA: PHM Menggelar Aksi di Depan Kantor DPRD Bontang, Menyampaikan 9 Tuntutan
Intensitasnya akan lebih ditingkatkan. Cara ini diperlukan untuk memutus rantai persebaran nyamuk Aedes Aegypti.
Selain itu Dinkes juga diminta mengupdate peta persebaran DBD. Kemudian disandingkan dengan tingkat keberhasilan persebaran nyamuk Wolbachia.
“Saat ini kami masih melakukan fogging dulu. Tujuannya agar menghambat penyebaran kasus DBD ini,” terangnya.
Ia juga meminta agar masyarakat proaktif dalam menjalankan pola hidup bersih. Kemudian aktif menggalakkan program Jumat Bersih di setiap pekannya.
BACA JUGA: Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala, Pemkot Tunggu Kebijakan BBPJN
Sebab, hasil dari program bersih-bersih ini diklaim mampu meminimalisir kasus DBD.