Kasus DBD di Bontang Naik, 2 Pasien Meninggal Dunia

Senin 15-09-2025,20:31 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Hariadi

“Besok atau lusa kami akan melakukan rapat koordinasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Penuhi Trotoar dan Ganggu Pejalan Kaki, Pedagang di Jalan Ahmad Yani Bontang Ditertibkan

BACA JUGA: Koperasi Merah Putih di Bontang Belum Berjalan, Terhambat Suku Bunga yang Tinggi

Penanganan KLB DBD memerlukan tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat. Yakni melalui penyelidikan epidemiologi, penanggulangan vektor, dan pelaporan yang akurat. 

Serta upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit ini.

Namun, di tahap awal, upaya untuk meredam penyebaran nyamuk DBD ini akan dilakukan. 

Seperti melakukan upaya fogging di beberapa titik dengan kasus tinggi. 

BACA JUGA: Oktober Pemasangan Jargas di Bontang Dimulai

BACA JUGA: PHM Menggelar Aksi di Depan Kantor DPRD Bontang, Menyampaikan 9 Tuntutan

Intensitasnya akan lebih ditingkatkan. Cara ini diperlukan untuk memutus rantai persebaran nyamuk Aedes Aegypti. 

Selain itu Dinkes juga diminta mengupdate peta persebaran DBD. Kemudian disandingkan dengan tingkat keberhasilan persebaran nyamuk Wolbachia. 

“Saat ini kami masih melakukan fogging dulu. Tujuannya agar menghambat penyebaran kasus DBD ini,” terangnya.

Ia juga meminta agar masyarakat proaktif dalam menjalankan pola hidup bersih. Kemudian aktif menggalakkan program Jumat Bersih di setiap pekannya. 

BACA JUGA: Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala, Pemkot Tunggu Kebijakan BBPJN

BACA JUGA: Progres Pembangunan Parkiran RS Taman Sehat Baru 6,8 Persen, Kontraktor Sanggup Rampungkan Sesuai Batas Waktu

Sebab, hasil dari program bersih-bersih ini diklaim mampu meminimalisir kasus DBD.

Kategori :