Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala, Pemkot Tunggu Kebijakan BBPJN
Jalan Piere Tendean, Bontang Kuala.-istimewa-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Banjir rob menjadi masalah besar bagi masyarakat di Bontang Kuala. Tingginya bisa mencapai satu meter.
Alhasil, kalau banjir datang, dipastikan masyarakat di sana tidak bisa melintas dengan menggunakan kendaraan. Hanya bisa jalan kaki. Itu di atas trotoar.
Pemerintah kota Bontang berusaha mengendalikan banjir rob tersebut. Dimulai berkomunikasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum regional Kaltim. Karena, status Jalan Piere Tendean itu adalah jalan nasional.
BACA JUGA:Dewan Geram, Proyek Drainase Tidak Libatkan Tenaga Lokal Bontang
Rombongan BBPJN itupun datang ke Kota Taman untuk melihat kondisi jalan yang berada di Kelurahan Bontang Kuala tersebut.
Walau sebenarnya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sudah empat kali mereka datang ke lokasi tersebut.
BACA JUGA:Masuk Musim Penghujan, DPRD Minta Proyek Drainase Harus Dikebut
Dalam kunjungan sebelumnya, sempat mencuat wacana pembangunan jalan layang (fly over).
Sayangnya, hingga saat ini proyek tersebut belum terlaksana. Karena anggaran yang diperlukan cukup besar.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Yudi Hardiana mengatakan, program penanganan banjir rob belum diusulkan di anggaran 2026.
Pria yang menjabat kurang lebih 2 bulan ini turun untuk meninjau langsung jalan di menuju Bontang Kuala itu.
BACA JUGA:CFD Dimulai, Pemkot Bontang Targetkan Ekonomi UMKM Naik
Tujuannya, agar penanganannya dapat dilakukan dengan tepat dan menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

