Heboh Kabar Negara Gurun Ramai-ramai Impor Pasir, Ternyata ini Alasan Ilmiahnya
Heboh kabar negara gurun ramai-ramai impor pasir? ternyata ini alasan ilmiahnya.-(Ilustrasi/ AI)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Kabar Arab Saudi dan negara gurun lainnya mengimpor pasir di media sosial sempat membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana mungkin negara yang dikenal dengan hamparan gurun luas justru harus mendatangkan pasir dari luar negeri?
Namun di balik keanehan itu, tersimpan alasan teknis yang jarang diketahui publik. Arab Saudi, bersama negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar, memang dikelilingi gurun pasir.
Tapi pasir yang melimpah tersebut ternyata tidak bisa digunakan sembarangan, terutama untuk proyek konstruksi raksasa bernilai miliaran dolar.
Fakta ini kembali ramai dibahas seiring berjalannya proyek-proyek ambisius Saudi Arabia, mulai dari NEOM, The Red Sea Project, hingga Qiddiya.
BACA JUGA: Daftar Kartu SIM Wajib Scan Wajah, Berlaku 1 Januari 2026 untuk Pelanggan Baru
Proyek-proyek tersebut membutuhkan beton dalam jumlah sangat besar, dengan standar kualitas yang tinggi. Sayangnya, pasir gurun lokal tidak memenuhi syarat tersebut.
Dilansir dari Times of India, tidak semua pasir memiliki kualitas yang sama. Pasir gurun terbentuk melalui proses erosi angin selama ribuan tahun. Akibatnya, butiran pasir menjadi sangat halus dan membulat.
Kondisi ini membuat pasir gurun tidak mampu mengikat dengan baik saat dicampur dengan semen dan air untuk membentuk beton.
Beton sendiri terdiri dari tiga komponen utama, yakni semen, air, dan agregat. Semen berfungsi sebagai perekat, sementara agregat memberi volume dan kekuatan pada struktur.
BACA JUGA: Selama 2025, China Produksi 30.000 Unit Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
Agregat bisa mencakup 60 hingga 80 persen volume beton dan sekitar 70 hingga 85 persen dari total beratnya. Agregat berasal dari campuran kerikil dan sedimen halus, termasuk pasir, yang bisa menyumbang hingga 45 persen dari total volume agregat. Namun, tekstur pasir menjadi faktor krusial.
Pasir yang ideal untuk konstruksi harus memiliki permukaan kasar dan sudut tajam agar dapat saling mengunci dengan kuat di dalam beton. Karakteristik ini justru tidak dimiliki oleh pasir gurun.
Pasir berkualitas konstruksi umumnya berasal dari dasar sungai, danau, atau laut. Lingkungan berair menghasilkan butiran pasir yang lebih bersudut dan kasar, sehingga mampu membentuk beton yang kuat dan tahan lama.
Jurnalis investigasi Vince Beiser menggambarkan perbedaan ini secara sederhana dalam bukunya The World in a Grain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

