Polisi Dalami Dugaan Korban Lain Kasus Pencabulan Anak di Balikpapan
Tersangka GN saat digiring oleh petugas Polresta Balikpapan. -Chandra/Disway Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Polresta Balikpapan kembali mendalami kasus pencabulan yang dilakukan GN (60), buruh harian lepas asal Balikpapan Kota.
Hingga kini, polisi telah menerima laporan dari empat anak perempuan berusia 7-8 tahun.
Mereka berinisial CUA, Jasmine (bukan nama sebenarnya), Mawar (bukan nama sebenarnya), dan Melati (bukan nama sebenarnya), yang menjadi korban tindak asusila tersangka.
Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian, mengungkapkan masih ada kemungkinan korban lain yang belum melapor.
BACA JUGA:Polresta Samarinda Sita 20,3 Kg Sabu Sepanjang Tahun 2025
"Informasi yang kami dapat, masih ada korban yang lain. Kami mengharapkan peran masyarakat agar kami bisa mencari informasi untuk memberitahukan, sehingga bisa ditetapkan nanti pasal berulangnya tindak pidana yang sesuai dengan perbuatannya," ujarnya saat dikonfirmasi Nomorsatukaltim, Jumat 2 Desember 2025.
BACA JUGA:Kasus Narkoba di Kukar Turun 20 Persen, Laporan Pidana Tahun 2025 Sebanyak 656 Kasus
Lebih lanjut, AKP Zeska menjelaskan bahwa jumlah korban terus bertambah setelah penetapan tersangka.
"Setelah ditetapkan tersangka kemarin, ada laporan kembali, satu. Awalnya kan tiga korban, dan setelah penetapan tersangka itu ada satu lagi laporan polisi," katanya.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunda melaporkan jika mengetahui adanya korban pencabulan.
"Biasanya kalau masyarakat mau melaporkan, mereka merasa malu. Padahal, kami tidak akan mengekspose identitasnya jika melapor," tegasnya.
Polresta Balikpapan pun hingga kini telah melakukan penyelidikan lanjutan dengan melibatkan peran serta masyarakat.
BACA JUGA:Hingga Akhir 2025, Polisi Masih Mencari Pelaku Pembuangan Jasad Bayi di Sungai Kanal 2 Sangatta
"Kita memang melakukan penyelidikan lanjutan, cuma dalam hal ini kita perlu peran serta masyarakat, karena ada salah satu korban juga yang kejadiannya sudah lama, yaitu di tahun 2024," jelas Zeska.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

