Selain gejala emosional, depresi juga dapat memicu gejala fisik seperti perubahan nafsu makan, sembelit, kelelahan, penurunan gairah seksual, dan gangguan tidur.
BACA JUGA : Psikolog Klinis Sebut Kecanduan Gawai Bukan Salah Anak, Melainkan Sistem yang Gagal
Hampir seperempat anak di Inggris kini berisiko mengalami gangguan mental.
Angka ini diprediksi meningkat seiring proyeksi bahwa 70 persen populasi dunia akan tinggal di wilayah perkotaan pada 2050.
Kehidupan di kota yang padat dan minim ruang hijau sering kali memicu tekanan psikologis akibat kurangnya interaksi dengan alam.
Para peneliti menyarankan solusi praktis seperti membangun taman kecil atau pocket park, menanam pohon di sepanjang jalan, dan memperbanyak ruang terbuka hijau di tengah kota.
Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dengan alam dalam rutinitas sehari-hari.
BACA JUGA : Taman Langit, Film Lokal Kedua Shienra Studio, Angkat Semangat Disabilitas dan Wajah Balikpapan
“Memasukkan waktu singkat di alam ke rutinitas harian bisa menjadi intervensi yang efektif,” tambah tim peneliti.
Pejabat kesehatan di Inggris menilai kenaikan angka kecemasan dan depresi juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental, di samping tekanan ekonomi, termasuk sulitnya mendapatkan pekerjaan bagi anak muda.
Data menunjukkan, jumlah warga berusia 18–24 tahun yang tidak bekerja akibat masalah kesehatan kini lebih dari dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu.