Bankaltimtara

Selamatkan Karst, Komunitas di Kutim Desak Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Segera Diakui UNESCO

Selamatkan Karst, Komunitas di Kutim Desak Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Segera Diakui UNESCO

Bukit Karst Sangkulirang-Mangkalihat.-istimewa-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Desakan agar bentang karst Sangkulirang-Mangkalihat segera diakui sebagai UNESCO Global Geopark terus menguat.

Kali ini, suara tersebut datang dari berbagai komunitas pecinta alam di Kutim yang menilai proses pengakuan tidak boleh berlarut-larut.

Kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat sendiri dikenal sebagai salah satu bentang karst terluas di Kalimantan, dengan nilai geologi, ekologi, dan budaya yang tinggi.

Namun, lambannya penetapan status geopark dinilai membuka celah ancaman eksploitasi lingkungan.

Penggiat wisata alam dari Amica Creative Explore, Andre, menyebut pengakuan UNESCO menjadi kunci utama perlindungan kawasan karst dari aktivitas industri yang semakin mendekat.

“Kalau status geopark sudah resmi, perlindungan kawasan akan jauh lebih kuat dan jelas secara hukum,” kata Andre saat ditemui di Sangatta, Selasa 27 Januari 2026 malam.

BACA JUGA:Polisi Periksa Kru Kapal Dharma Kartika IX, Usai Insiden di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Ia menilai, tanpa pengakuan internasional, kawasan karst berisiko tergerus kepentingan ekonomi jangka pendek.

Terutama sektor pertambangan yang berada di sekitar wilayah tersebut.

“Sekarang saja beberapa titik karst sudah sangat dekat dengan wilayah konsesi. Ini yang membuat kami khawatir,” ujarnya.

Dukungan terhadap percepatan pengakuan geopark juga datang dari komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Kutim.

Ketua MTMA Kutim, Soraya, mengatakan seluruh komunitas pecinta alam di daerah itu sepakat untuk mendorong pemerintah lebih agresif mengawal proses pengajuan ke UNESCO.

Menurut Soraya, kawasan Sangkulirang-Mangkalihat tidak hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga jejak sejarah dan budaya yang telah ada selama ribuan tahun.

BACA JUGA:Kaltim Didorong Jadi 'Pusat Energi Hijau', Tapi Pendanaan JETP Baru Terserap 16 Persen

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: