Ia juga membantah anggapan bahwa tidak ada transparansi dalam proses seleksi. Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap masukan publik.
“Kami pernah gelar dialog publik, kumpulkan wartawan, LSM, mahasiswa. Dan kami terbuka terhadap kritik yang konstruktif,” tegasnya.
Adapun Pansel seleksi direksi Perusda Kaltim tahun ini terdiri dari 5 orang dengan latar belakang multidisipliner.
BACA JUGA: PAD Berau Masih Rendah, Syarifatul: Perlu Optimalisasi Kinerja Perusda
Mereka adalah Dr. Muhammad Aswad (Ketua Pansel); Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, mantan pimpinan KPK Dr. Bambang Widjojanto; akademisi dan praktisi hukum dari Universitas Padjadjaran John Fresly; serta Presiden Direktur PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam mencari calon yang layak,” pungkas Iwan.