Bankaltimtara

3 Kampung Jadi Sentra Pengembangan Hilirisasi Kakao Berau, Kerja Sama Disbun dan Diskoperindag

3 Kampung Jadi Sentra Pengembangan Hilirisasi Kakao Berau, Kerja Sama Disbun dan Diskoperindag

Ilustrasi biji kakao.-IST/Antara-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pengembangan hilirisasi kakao dengan menetapkan 3 kampung sebagai sentra pengolahan cokelat.

Adapun 3 wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi pengembangan hilirisasi kakao yakni Kampung Labanan Makarti, Kampung Suaran, dan Kampung Merasa.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini mengatakan, upaya ini dilakukan melalui koordinasi antara Disbun dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.

"Pengembangan hilirisasi kakao telah disepakati untuk dilaksanakan di 3 wilayah potensial. Dengan kerja sama antara Disbun dan Diskoperindag dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas. Dimana Disbun bertanggungjawab dari proses tanam, perawatan, panen hingga menghasilkan biji kakao kering,” kata Lita, Sabtu, 17 Januari 2026.

BACA JUGA: Pemkab Berau Perkuat Hilirisasi Kakao dan Perikanan

BACA JUGA: Pemkab Berau Target Perluas Lahan Kakao hingga 100 Hektare Tiap Tahun

Setelah biji kakao kering tersedia, proses pengolahan lanjutan akan sepenuhnya ditangani oleh Diskoprindag.

"Pola ini berbeda dengan sebelumnya, di mana Disbun juga turut membantu pengadaan alat pengolahan," ujarnya.

Pembagian tugas ini, menurut Lita, agar beban kerja lebih ringan dan sesuai dengan tupoksinya masing-masing dinas.

Di Labanan Makarti, katanya, saat ini sudah berdiri pabrik pengolahan kakao Kulanta yang siap mendukung pengembangan industri kakao lokal.

BACA JUGA: Kakao Berau Tembus Pasar Prancis, Disbun Pastikan Bebas Deforestasi dan Cemaran Kimia

BACA JUGA: Setelah Kakao Berjaya, Berau Kini Pasang Target Besar pada Kopi Liberika

Sementara, Kampung Suaran dipilih karena memiliki luasan kebun kakao terbesar di Kabupaten Berau, mencapai sekitar 270 hektare.

"Melalui Diskoprindag, pemerintah daerah juga membangun pusat pengelolaan industri cokelat di wilayah tersebut," terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: