Upaya pemerintah tidak berhenti di kegiatan pameran atau event lokal. Rizal menyebut bahwa produk UMKM Samarinda kini dipajang di Sarinah Jakarta, Taman Mini, Hamzah Batik Yogyakarta, hingga sejumlah toko di Surabaya.
“Kami punya program Prorinda, yakni Promosi Produk Orang Samarinda. Produk kita bahkan masuk di Bandara Soekarno-Hatta, ada SPG yang kami siapkan di sana,” kata Rizal.
Tak hanya offline, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan ritel dan hotel untuk memasarkan produk UMKM. Kesepakatan ini diperkuat melalui surat resmi dari Wali Kota Samarinda tahun 2023 lalu.
“Standar produk juga kami dorong agar UMKM bisa masuk ke jaringan ritel modern. Kami ingin UMKM Samarinda naik kelas, bukan hanya sekadar bertahan,” tegasnya.
BACA JUGA: Baru 486 yang Terkurasi dari 87 Ribu UMKM di Balikpapan
Herlina menambahkan bahwa keberadaan BUMRT sangat membantu pelaku UMKM skala kecil yang selama ini tersembunyi di lingkungan RT.
Menurutnya, ini bukan hanya soal produk, tapi tentang bagaimana komunitas saling mengangkat dan tumbuh bersama.
“Dengan adanya BUMRT, UMKM bisa terangkat. Produk mereka dikenal luas dan lebih mudah dipasarkan,” katanya.
Program pemberdayaan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lokal mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.