Produk Rumahan BUMRT Samarinda Seberang Tembus Pasar Nasional hingga Mancanegara

Selasa 24-06-2025,22:06 WIB
Reporter : Rahmat Pratama
Editor : Didik Eri Sukianto

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Badan Usaha Milik RT (BUMRT) di Samarinda Seberang semakin menunjukkan taringnya. Melalui sinergi pemerintah dan komunitas lokal, produk-produk rumahan kini menembus etalase pusat perbelanjaan nasional, bahkan pasar luar negeri.

Salah satu motor penggeraknya datang dari program BUMRT dan dukungan promosi aktif oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Samarinda.

Kelurahan Sungai Keledang, khususnya RT 29, menjadi contoh nyata bagaimana kelompok UMKM berbasis RT mampu tumbuh pesat dalam waktu singkat.

Ketua BUMRT 29, Herlina menyebutkan, bahwa kerja sama dan kebersamaan menjadi kunci utama berkembangnya usaha warga.

BACA JUGA: Dari Salak Sepet Menjadi Juara Nasional, Inovasi Kue Salakilo Bangkitkan UMKM Balikpapan

“Awalnya saya kerja sendiri, tapi setelah membentuk kelompok, ternyata banyak pelaku UMKM lain yang mendukung. Akhirnya kita bisa saling bantu,” ujarnya, Selasa, 24 Juni 2025.

BUMRT yang ia pimpin kini menaungi ratusan anggota. Produk yang dihasilkan meliputi rajutan, tenun, sulam manik, hingga kuliner rumahan. Menariknya, strategi pemasarannya dimulai dari aktivitas live streaming yang Herlina lakukan secara santai.

“Dulu saya live sambil nyanyi pakai produk sendiri. Orang tertarik, nanya beli di mana, saya kasih kontak. Dari situ pesanan mulai masuk,” ungkapnya.

Sejak saat itu, setiap penampilan live dimanfaatkannya sebagai etalase berjalan. Ia memastikan selalu mengenakan atau memegang produk yang ingin dipromosikan. Hasilnya, produk lokalnya berhasil menembus pasar luar negeri.

BACA JUGA: Food Truck Ramaikan Parkiran Teras Samarinda, Perumda Varia Niaga Uji Terobosan Baru untuk Gairahkan UMKM

“Kalau kerajinan biasanya sistem bulanan. Produk dijual setelah jadi, bisa capai omzet Rp500 ribu sampai Rp2 juta per item per bulan,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa keuntungan bisa dirasakan tiap hari, mengingat UMKM yang tergabung hampir selalu mendapat pesanan.

Sementara itu, Muhammad Rizal dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Samarinda Seberang menjelaskan bahwa pihaknya turut aktif membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal melalui berbagai jalur. Masalah utama yang dihadapi UMKM, menurutnya, adalah pemasaran.

“Kalau bisa produksi tapi tidak bisa jual, itu percuma. Maka dari itu, kami fokus bantu pemasaran,” ujarnya.

BACA JUGA: Pelaku UMKM Lokal Paser Butuh Dukungan Pemerintah untuk Ekspansi Pasar

Kategori :