Puluhan UMKM Kuliner Kutai Barat Merambah Platform Digital, Manfaatkan Fitur GrabFood
Ilsutrasi.-istimewa-
KUBAR, NOMORSATUKALTIM – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner di Kabupaten Kutai Barat mulai merambah layanan pesan-antar berbasis aplikasi sejak awal Februari 2026.
Kehadiran fitur GrabFood dari perusahaan transportasi digital Grab disebut membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar tanpa harus menambah cabang usaha.
Koordinator Grab Kutai Barat, Surya mengatakan, pihaknya tidak hanya merekrut mitra pengemudi, tetapi juga secara aktif mengajak pelaku usaha makanan dan minuman bergabung dalam ekosistem digital tersebut.
“Grab sudah masuk di Kutai Barat di awal Februari. Kita barengan untuk mencari driver dan juga UMKM karena kita ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat. Driver bisa tambah penghasilan, resto juga tambah penghasilan,” ujar Surya, Rabu, 18 Februari 2026.
BACA JUGA: Grab Masuk Kubar, Sistem Operasional Sudah Aktif
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Ikan Laut di Pasar Jaras Kubar Masih Stabil
Menurut dia, antusiasme pelaku usaha cukup tinggi. Hingga pertengahan Februari, puluhan restoran, kedai, dan warung makan telah mendaftar dan sedang dalam proses aktivasi di aplikasi.
“Minggu ini pasti sudah banyak yang muncul di aplikasi, mungkin sekitar 100 sampai 150 resto. Jadi memang kita kebut proses aktivasinya supaya mereka bisa segera berjualan,” ungkapnya.
Surya menjelaskan, layanan pesan-antar berbasis aplikasi memberi keuntungan dari sisi jangkauan pasar.
Jika sebelumnya pelaku UMKM hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke tempat usaha, kini produk mereka dapat diakses konsumen lebih luas hanya melalui ponsel.
BACA JUGA: BI Ubah Strategi Pembinaan UMKM, Kini Berbasis Kurasi Kualitas dan Kesiapan Pasar
“Dengan sistem aplikasi, promosi dan transaksi itu lebih praktis. Mereka tidak perlu buka cabang, tapi tetap bisa menjangkau pelanggan di berbagai titik,” jelasnya.
Ia menilai digitalisasi menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan omzet, terutama bagi usaha rumahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

