Bankaltimtara

Sekda PPU Tegaskan Kemitraan MBG pada Bahan Mentah, Bukan Menu Jadi

Sekda PPU Tegaskan Kemitraan MBG pada Bahan Mentah, Bukan Menu Jadi

Menu MBG di SPPG Polres PPU. -Awal/Disway Kaltim-

PPU, NOMORSATUKALTIM - Pemkab PPU mengklarifikasi pola kerja sama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG).

Ia menekankan, fokus utama kemitraan adalah pada penyerapan komoditas mentah hasil pertanian lokal.

Bukan produk makanan jadi. Atau dalam arti melibatkan pihak ketiga secara langsung untuk pemenuhan menu dalam MBG.

Terkait keterlibatan UMKM dalam penyediaan menu, Sekda PPU Tohar meluruskan bahwa upaya yang dilakukan pemkab selama ini berfokus pada suplai bahan baku mentah, bukan makanan olahan jadi.

BACA JUGA:Mudyat Noor Rotasi 148 Pejabat, Rusli Bergeser, Durajat Definitif Sekretaris Disdikpora PPU

Hal ini sekaligus menanggapi keracunan pada menu puding yang sempat viral.

"Ini kan menunya barang jadi, puding kalau tidak salah. Padahal yang kita diskusikan adalah komoditas barang mentah untuk suplai dari petani ke SPPG, seperti hortikultura, pangan, ikan, atau daging," ucapnya, Senin 16 Februari 2026.

BACA JUGA:Antisipasi Keracunan MBG, SPPG Polres PPU Lakukan Rapid Test dan Uji Sampel Setiap Hari

Menurutnya, kerja sama ini dirancang untuk memberdayakan produksi pertanian dalam arti luas agar petani lokal dapat menyuplai bahan baku langsung ke SPPG.

Ia menegaskan, pihaknya tidak membahas keterlibatan pihak luar untuk menyediakan barang jadi dalam rantai pasok tersebut.

Menanggapi indikasi adanya paparan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan pada sejumlah siswa di Waru, Tohar menyatakan pemerintah daerah telah melakukan tindakan cepat (fast direction).

Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) telah dikonsolidasikan untuk memberikan perawatan intensif di Puskesmas Waru.

BACA JUGA:Pengelola SPPG Waru Terkesan Menghindar soal Kasus Dugaan Keracunan Puluhan Pelajar

"Kami perintahkan jajaran Dinkes untuk melaksanakan tindakan cepat pelayanan perawatan. Berdasarkan informasi, penanganan di Puskesmas Waru relatif memadai sehingga tidak perlu dilakukan evakuasi ke Puskesmas Petung," ujar Tohar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: