Di periode kedua ini, Samri menekankan bahwa kebijakan pembangunan harus berpijak pada kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA: Audit Dishub Samarinda Masih Berlangsung, Wali Kota Beri Batas Satu Bulan Harus Selesai
Apalagi dengan kondisi penghematan anggaran saat ini, semua kegiatan harus beporos pada kepentingan masyarakat.
Selain itu, perencanaan harus lebih dimatangkan lagi, supaya setiap kegiatan bisa selesai sesuai waktu yang sudah ditentukan.
"Kalau versi masyarakat, tentu yang bisa dirasakan langsung manfaatnya. Tapi kalau versi pemerintah, bisa saja bangun tugu atau proyek lain yang namanya berbeda,” terangnya.
Adapun, beberapa kegiatan yang menurutnya berorientasi pada kepentingan warga, seperti mewujudkan jalanan yang mulus, drainase lancar, dan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi meningkat.
BACA JUGA: Akmal Malik Pamit, Sebut Lobi Kuat Rudy Mas'ud Keuntungan bagi Kaltim
BACA JUGA: Terjaring Razia Gabungan, Penunggak Pajak Kendaraan di Samarinda Bayar di Tempat
Terakhir, Samri berharap agar kebijakan yang diambil lebih seimbang dan berpihak kepada kepentingan publik.
“Jangan sampai masyarakat merasa sia-sia membayar pajak, sementara hasil pembangunan tidak sejalan dengan kebutuhan mereka,” tutup Samri.
Dijelaskan Andi Harun dalam konferensi pers Minggu (16/2/2025) lalu, pada kepemimpinan berikutnya, program-program kerjanya masih sama, dengan beberapa penambahan program kerja baru.
Salah satu yang khusus, yakni, akselerasi dalam pembangunan.
BACA JUGA: Progres 39 Persen, Proyek Terowongan Samarinda Ditarget Tuntas 2024
BACA JUGA: Merasa Ditertawakan Karyawan Toko, Pria di Samarinda Mengamuk Bawa Parang
"Ada arahan khusus agar ada akselerasi. Harus ada peningkatan dari sisi pengendalian banjir, tata kota, pembangunan ekonomi berlanjut. Ini PR yang harus meningkat," jelas Andi Harun sebelum berangkat ke Jakarta.