Bankaltimtara

Tanggapi Keluhan Air PDAM yang Keruh, Begini Respons Wali Kota Andi Harun

Tanggapi Keluhan Air PDAM yang Keruh, Begini Respons Wali Kota Andi Harun

IPA Berambai yang baru saja diresmikan oleh Walikota Samarinda. -Rahmat/Diswaykaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Wali Kota Samarinda, , meminta publik tetap tenang menyikapi keluhan air bersih di setiap rumah.

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak dapat digeneralisasi, bahwa pelayanan air bersih di Samarinda seperti demikian.

Hal itu ia sampaikan menanggapi keluhan warga terkait kondisi air PDAM yang sempat keruh di beberapa titik.

Ia menyebut bahwa kejadian air keruh ini akan dirinya upayakan kepada Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana mengingat kebutuhan Air bersih di Kota Samarinda merupakan Kebutuhan Vital Masyarakat.

“Saya mohon teman-teman juga membantu, jangan terlalu mendramatisir. Satu tahun perjalanan pelayanan air bersih berjalan baik, lalu tiba-tiba ada satu waktu ketika PDAM melakukan pengurasan atau pembersihan instalasi dan satu-dua rumah terdampak, lalu seolah-olah itu merepresentasikan seluruh pelayanan air bersih kita,” ucap Andi Harun, saat ditemui di Masjid Raya Darussalam Samarinda, Jumat 13 Februari 2026 lalu.

Ia menekankan bahwa Pemkot Samarinda dan PDAM tidak pernah mengklaim pelayanan air bersih sudah sempurna.

Namun, menurutnya, kondisi geografis dan sumber air baku di Samarinda memiliki tantangan tersendiri, yang berbeda dengan daerah lain, seperti di Pulau Jawa.

“Sumber air baku kita berasal dari Sungai Mahakam dan Karang Mumus. Ini tentu berbeda karakteristiknya."

BACA JUGA:Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru, Peradi Soroti Peran Advokat

"Seperti yang terjadi di kawasan Bengkuring, pipa distribusi setiap hari terpengaruh kondisi air baku."

"Saat dilakukan pengurasan atau pembersihan, wajar jika endapan kotoran terbawa dan menyebabkan air keruh sementara,” jelasnya.

BACA JUGA:Dishub Samarinda Tertibkan Parkir Liar di Jalan Untung Suropati, Puluhan Kendaraan Diangkut

Meski demikian, Andi Harun memastikan kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak akan berlangsung selama berhari-hari.

Ia mengakui kritik masyarakat sebagai bentuk koreksi yang penting, namun berharap penyampaian informasi tetap berimbang di tengah masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait