Job Fair Bontang 2026: Ada 417 Lowongan, 887 Orang Melamar di Hari Pertama
Para calon pelamar tampak melihat pengumuman lowongan di Bontang Job Fair 2026.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Job Fair 2026 dengan menyediakan 417 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahan.
Baru sehari pencarian pekerja itu dilaksanakan, tercatat 887 pelamar yang memasukkan lamaran.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Teman Naker milik Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang.
Job Fair 2026 berlangsung selama 4 hari di Gedung Serba Guna Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim.
BACA JUGA: Sisa Kuota Berlebih di Akhir Tahun tapi Masih Ada Antrean, Pola Distribusi BBM di Bontang Disorot
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas serta Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Takdir Mannang mengatakan, mayoritas pelamar merupakan lulusan baru yang ingin segera memasuki dunia kerja.
"Dari data hari pertama, ada 887 pelamar. Terdiri dari 654 laki-laki dan 233 perempuan. Rata-rata yang mendaftar merupakan lulusan baru, baik dari sekolah maupun perguruan tinggi," katanya, Kamis 3 September 2026.
Dari penyedia kerja, proyek pabrik soda ash milik PT Pupuk Kaltim menjadi incaran utama para pencari kerja.
Terdapat 3 perusahaan kontraktor yang membuka lowongan kerja, yakni PT Samudra Sumber Perkasa, PT Nigas Jaya Tehnik, dan PT Mega Perkasa Jaya.
BACA JUGA: Jadi Kota Industri, 267 TKA Memilih Kerja di Bontang
"Untuk proyek soda ash saja ada 73 lowongan yang disiapkan dari 3 perusahaan. Mereka akan ditempatkan untuk posisi Reviter, Rigger, Scaffolder, General Worker, dan Operator Boom Lift," jelas Takdir.
Selain itu, program pemagangan yang dibuka PT Pupuk Kaltim dengan kuota 70 peserta juga menarik minat tinggi. Fenomena tersebut menunjukkan sektor industri masih menjadi pilihan utama masyarakat Bontang.
Namun, di sisi lain, tingginya peminat membuat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di sektor tersebut semakin ketat. Karena itu, Takdir mengimbau para pencari kerja lebih terbuka terhadap peluang di sektor lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
