180 Kasus Baru AIDS Ditemukan di Samarinda
Dinkes Kaltim lakukan skrining HIV/AIDS-Ilustrasi-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memperkuat upaya penanggulangan HIV melalui peningkatan skrining terhadap kelompok berisiko, perluasan akses pengobatan, serta edukasi kepada masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan munculnya sekitar 180 kasus baru HIV di Kota Samarinda dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan masyarakat tidak perlu langsung mengartikan bertambahnya jumlah kasus sebagai meningkatnya penularan HIV secara signifikan.
Menurutnya, peningkatan angka tersebut juga dipengaruhi semakin luasnya pelaksanaan skrining sehingga lebih banyak penderita yang sebelumnya belum terdeteksi kini berhasil ditemukan.
"Program HIV kami lakukan bersama berbagai pihak. Ada Dinas Kesehatan, Yayasan Penabulu, Global Fund, kemudian juga PKBI yang ikut mendukung edukasi, penjangkauan, dan skrining kepada kelompok yang berisiko," ujarnya, Sabtu, (4/7/2026).
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memutus mata rantai penularan HIV di Kalimantan Timur.
Selain pemerintah, berbagai organisasi mitra berperan dalam melakukan edukasi, pendampingan hingga penjangkauan kepada kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar HIV.
Menurut Jaya, skrining merupakan langkah paling efektif untuk menemukan kasus sejak dini. Selama ini masih banyak orang yang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi HIV, karena penyakit tersebut pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas.
BACA JUGA: Survei BI: Optimisme Konsumen di Balikpapan Melandai
Sebab itu, Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko, untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
"Semua yang memiliki risiko harus diperiksa. Setelah diketahui hasilnya, mereka segera diberikan pengobatan agar virus bisa dikendalikan sejak dini," katanya.
Jaya mengatakan, seseorang yang dinyatakan positif HIV, tidak perlu kehilangan harapan. Perkembangan ilmu kedokteran membuat terapi antiretroviral (ART), kini jauh lebih efektif dibandingkan beberapa tahun lalu.
Melalui terapi yang dijalani secara rutin, jumlah virus di dalam tubuh dapat ditekan hingga berada pada tingkat yang sangat rendah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
