Bankaltimtara

180 Kasus Baru AIDS Ditemukan di Samarinda

180 Kasus Baru AIDS Ditemukan di Samarinda

Dinkes Kaltim lakukan skrining HIV/AIDS-Ilustrasi-

BACA JUGA: 700 UMKM Ajukan Permohonan Kredit Bontang Kreatif ke Bankaltimtara

Kondisi tersebut, membuat sistem kekebalan tubuh penderita tetap terjaga, sehingga mereka dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

"Obat ART sekarang bisa menurunkan jumlah virus di dalam darah sampai sangat rendah, bahkan tidak terdeteksi. Dengan pengobatan yang rutin, daya tahan tubuh penderita tetap baik," ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama pemerintah bukan hanya menemukan penderita HIV, tetapi memastikan mereka tetap menjalani terapi secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kondisi kesehatan penderita dapat terjaga sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

BACA JUGA: Pemkab Kutim Pacu Hilirisasi Aren Genjah, Targetkan Lahir UMKM Berdaya Saing

Jaya juga mengingatkan, pentingnya menghapus stigma terhadap ODHIV. Menurutnya, diskriminasi masih menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian HIV.

Hal ini karena membuat sebagian orang takut memeriksakan diri maupun menjalani pengobatan.

"Kalau diobati secara rutin, mereka bisa hidup normal seperti orang lain. Yang tidak boleh adalah memberikan diskriminasi kepada mereka," tegasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat masih sering memiliki anggapan keliru mengenai cara penularan HIV. Padahal virus tersebut, tidak menular melalui interaksi sosial biasa, seperti berjabat tangan, berbincang, bekerja bersama, maupun menggunakan fasilitas umum yang sama.

BACA JUGA: Tarif Listrik PLN untuk Juli–September 2026 Tak Naik

"HIV jauh lebih sulit menular dibanding TBC. Kalau TBC bisa menular melalui udara ketika seseorang batuk atau berbicara. HIV tidak seperti itu, sehingga masyarakat tidak perlu takut berinteraksi dengan ODHIV selama tidak ada perilaku yang memang berisiko menularkan virus," sebutnya.

Menurut Jaya, edukasi mengenai cara penularan HIV harus terus dilakukan, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar.

Pengetahuan yang baik akan membantu mengurangi stigma, sekaligus mendorong kelompok berisiko untuk memeriksakan diri lebih awal.

Selain skrining dan pengobatan, Dinas Kesehatan juga terus mengampanyekan perilaku hidup sehat sebagai bagian dari pencegahan HIV. Salah satunya melalui edukasi mengenai pentingnya setia kepada pasangan, dan menghindari perilaku yang berisiko menularkan virus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: