Bankaltimtara

Miris! Siswa SD dan SMP di PPU Belajar di Perpustakaan Bersekat, Gedung Masih Gabung dengan SMA

Miris! Siswa SD dan SMP di PPU Belajar di Perpustakaan Bersekat, Gedung Masih Gabung dengan SMA

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin saat mengecek siswa yang memanfaatkan perpustakaan untuk belajar.-istimewa-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Kondisi pendidikan di Penajam Paser Utara (PPU) tengah menjadi sorotan. Sejak tahun 2017 hingga saat ini, siswa SDN 038 dan SMPN 21 PPU terpaksa harus berbagi atap dengan SMAN 8 PPU.

Ironisnya, keterbatasan lahan dan gedung membuat ruang perpustakaan disulap menjadi ruang kelas darurat yang jauh dari kata layak.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin mengungkapkan, bahwa proses belajar mengajar tidak lagi berjalan efektif karena siswa harus berdesakan di ruangan yang hanya dipisahkan oleh sekat tipis.

​Menurutnya, penggunaan ruang perpustakaan sebagai pengganti kelas sangat tidak representatif. Sekat yang ada tidak mampu meredam suara, sehingga aktivitas di satu kelas kerap mengganggu konsentrasi kelas di sebelahnya.

BACA JUGA: Populasi Penduduk PPU 203.661 Jiwa di 2025, 41 Ribu Jiwa Berpotensi Lepas ke IKN

BACA JUGA: Pemkab PPU Gelontorkan Rp7,5 Miliar untuk Beasiswa, Berikut Ini Rincian Penerimanya!

​"Kasihan anak-anak SD dan SMP kita, mereka terpaksa menggunakan ruang perpustakaan. Belajar jadi tidak fokus karena suara dari kelas sebelah terdengar jelas. Belum lagi kondisi ruangan yang panas, sangat tidak nyaman untuk belajar," ucap Waris, Minggu 8 Februari 2026.

Dia menegaskan, meskipun dulunya kawasan tersebut dikonsep sebagai sekolah terpadu, regulasi saat ini telah berubah.

Sejak kewenangan pengelolaan SMA diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, maka urusan pembangunan fisik SMAN 8 sepenuhnya menjadi tanggung jawab provinsi.

​Ia mendesak Pemprov Kaltim untuk segera membangun gedung mandiri bagi SMAN 8 agar tidak lagi menumpang dan membebani kapasitas gedung SD serta SMP tersebut.

BACA JUGA: Disdikpora PPU Buka Peluang KPC untuk Madrasah, Tunggu Integrasi Data Kemenag

BACA JUGA: Pemkab PPU masih Punya Utang Rp13 Miliar di PT SMI

​"Pemprov Kaltim harus menaruh perhatian serius. SMAN 8 butuh gedung sendiri karena sudah over kapasitas. Jika SMAN 8 pindah ke gedung baru, maka ruangan yang ada sekarang bisa dikembalikan fungsinya untuk siswa SD dan SMP agar mereka bisa belajar dengan layak," tegasnya.

​Selain persoalan ruang kelas yang tumpang tindih, Pemkab PPU juga menyoroti minimnya fasilitas penunjang ibadah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: