Bankaltimtara

Disdikpora PPU Buka Peluang KPC untuk Madrasah, Tunggu Integrasi Data Kemenag

Disdikpora PPU Buka Peluang KPC untuk Madrasah, Tunggu Integrasi Data Kemenag

Siswa madrasah di Penajam Paser Utara (PPU) berpeluang mendapatkan program KPC yang digagas oleh Pemkab PPU.-(Ilustrasi/ Dok. Kemenag)-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka peluang perluasan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) ke madrasah. 

Namun, realisasi kebijakan tersebut masih menunggu integrasi data siswa Kementerian Agama (Kemenag) sebagai dasar administrasi penyaluran bantuan.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan persiapan pendistribusian KPC untuk tahun ajaran baru. 

Salah satu tahap krusial adalah finalisasi jumlah siswa berdasarkan data pendaftaran terbaru.

BACA JUGA: Pelajar Madrasah di PPU Tak Tercatat sebagai Penerima Kartu Penajam Cerdas

BACA JUGA: Kartu Penajam Cerdas Mulai Disalurkan, 6.367 Pelajar di PPU Terima Uang Rp600 Ribu

“Setelah pendaftaran, kita butuh waktu sekitar dua sampai tiga hari untuk mengirimkan data siswa yang masuk ke Pusat Dapodik. Setelah data itu tervalidasi, barulah itu kita jadikan dasar hukum dan administrasi yang pasti untuk distribusi,” kata Andi Singkerru, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini program KPC masih difokuskan pada sekolah-sekolah di bawah naungan dinas pendidikan umum. 

Namun, sesuai arahan Bupati PPU, cakupan program direncanakan diperluas hingga menjangkau siswa madrasah yang berada di bawah kewenangan Kemenag, mulai dari madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga madrasah Tsanawiyah (MTs).

Meski demikian, Andi mengakui koordinasi teknis dengan Kemenag PPU terkait integrasi data EMIS (Electronic Management Information System) dan mekanisme penyaluran KPC belum dilakukan secara mendalam.

BACA JUGA: Pemkab PPU Alokasikan Rp4 Miliar untuk Program Kartu Penajam Cerdas

BACA JUGA: Pemkab PPU-BanKaltimtara Luncurkan Kartu Penajam Cerdas bagi Pelajar SD dan SMP, Ini Manfaatnya..

“Kami memang belum berbincang secara mendalam dengan Kemenag terkait KPC ini. Intinya, komunikasi akan kami bangun segera setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) terbit. Kita ingin memastikan semua terpenuhi hingga kelas 6 SD dan sampai kelas 3 SMP, termasuk yang di madrasah,” tambahnya.

Berdasarkan estimasi awal, integrasi data EMIS Kemenag diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar lebih. Angka tersebut dinilai masih dapat ditampung dalam struktur anggaran daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: