Bankaltimtara

DPRD Kubar Desak PDAM Berbenah: Pemutusan Sepihak, Kualitas Air Tidak Konsisten

DPRD Kubar Desak PDAM Berbenah: Pemutusan Sepihak, Kualitas Air Tidak Konsisten

Anggota DPRD Kubar, Ellyson.-(Foto/ Istimewa)-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sendawar agar lebih mengedepankan aspek pelayanan publik. 

PDAM Kubar diminta menghentikan praktik pemutusan sambungan air secara sepihak terhadap pelanggan yang mengalami keterlambatan pembayaran.

Anggota DPRD Kubar, Ellyson, mengatakan bahwa banyak keluhan masyarakat yang masuk terkait pemutusan aliran air tanpa koordinasi dan tanpa sosialisasi yang memadai. 

Menurutnya, tindakan tersebut menambah beban masyarakat, terutama di tengah persoalan kualitas dan akurasi pencatatan meter air.

BACA JUGA: Pipa Bocor Hampir Satu Bulan, PDAM Kutai Barat Dinilai Lamban

BACA JUGA: Respons Cepat PDAM Tirta Sendawar Diapresiasi, Pipa Bocor di Pasar Jaras Tuntas Diperbaiki

“Jangan main putus. Beri kesempatan kepada masyarakat. Ini perusahaan daerah yang tugasnya melayani kemaslahatan publik, bukan sekadar mengejar keuntungan,” ujar Ellyson, Selasa 27 Januari 2026.

Ia menilai, PDAM harus memahami kondisi pelanggan, terutama mereka yang selama ini rutin membayar namun tiba-tiba menerima lonjakan tagihan yang tidak wajar. 

Ellyson menyebut, ada warga yang biasanya membayar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per bulan, namun mendadak menerima tagihan hingga Rp500 ribu.

“Kalau ada lonjakan seperti itu, jangan langsung menyalahkan masyarakat. Harus dikaji dulu. Apalagi pencatatan meter air masih banyak keterbatasan,” katanya.

BACA JUGA: Pasien Mengantre Sejak Pagi Buta, Ini Klarifikasi Direktur RSUD HIS Sendawar

BACA JUGA: DPRD Kubar Desak PLN Atasi Voltase Listrik Rendah yang Merugikan Warga

Selain persoalan pemutusan sambungan, Ellyson juga menyoroti kualitas air bersih yang dinilai belum konsisten. 

Ia menyebut, air yang sempat jernih kerap kembali keruh hanya dalam beberapa hari, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: