Bankaltimtara

Tiga Sesar Aktif Ancam Pesisir Berau, BPBD Usul Pemasangan Alat Deteksi Tsunami

Tiga Sesar Aktif Ancam Pesisir Berau, BPBD Usul Pemasangan Alat Deteksi Tsunami

Keterangan foto : Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Berau, Nofian Hidayat saat menjelaskan tiga sesar aktif yang mengelilingi Kabupaten Berau.-azwini/disway kaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Wilayah Berau ternyata masuk rawan bencana gempa dan tsunami.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat.

Menurut Nofian, terdapat tiga sesar aktif yang berpotensi memicu gempa dan tsunami di wilayah pesisir.

Yaitu Sesar Tanjung Mangkaliat, Sesar Maratua, dan Sesar Laut Tarakan. Ketiganya saling terkoneksi dengan aktivitas tektonik berskala besar, atau masuk kawasan Ring of Fire atau Cincin Api.

Dari ketiganya, Sesar Tanjung Mangkaliat tercatat sebagai yang paling aktif memicu gempa.

BACA JUGA:Pembangunan BLK Berau Sudah Masuk Tahap Lelang, Disnakertrans Siapkan Skema Pelatihan Unggulan

BACA JUGA:Sekda Berau Minta Anggaran Kampung Diawasi Ketat, Tak Ingin Ada Kasus Hukum

Titiknya berada di perbatasan Kutai Timur dan Berau, meliputi wilayah Kecamatan Biduk-Biduk hingga Kampung Sandaran.

“Ini yang paling sering menimbulkan getaran kecil di Berau,” ujar Nofian, Rabu 25 Juni 2025.

Ia menjelaskan, Sesar Maratua memiliki potensi risiko tinggi karena terhubung langsung dengan zona Ring of Fire.

Aktivitas tektonik di jalur ini berpotensi memicu gempa besar bawah laut atau "megathrust", yakni gempa besar di dasar laut yang bisa menimbulkan tsunami dalam skala luas.

“Lempeng Sesar Maratua ini terkoneksi langsung Ring of Fire. Ini ancaman terbesar dan bisa memicu megathrust,” tegasnya.

BACA JUGA:Anggaran Maratua Jazz 2025 Tanpa Bantuan Disbudpar Berau, Pemerintah Siapkan Event Musik Festival

Untuk itu, Nofian menilai pentingnya pemasangan sistem peringatan dini atau EWS (Early Warning System) di titik-titik strategis.

Setidaknya, dibutuhkan tiga unit alat deteksi yang rencananya akan ditempatkan di perairan Pulau Maratua, Pulau Sambit, dan Pulau Balikukup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait