Samarinda Terancam Krisis Pengajar, Guru yang Ada Terpaksa Ditambah Jam Mengajarnya
Kegiatan belajar mengajar di SDN 006 Samarinda Ulu.-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-
BACA JUGA: Guru Honorer Terancam Tidak Bisa Mengajar Tahun Depan, PGRI Kukar Desak Solusi dari Pemkab
Diketahui Kemendikdasmen mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tahun 2026.
"Kami belum berpikir sampai ke sana karena rilis terbaru dari Mendikdasmen masih akan dipelajari, dan pemerintah pusat juga akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dari daerah," ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat tetap memberikan ruang kewenangan kepada daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang masih terbatas di Samarinda.
Selain itu, pemkot juga berharap ada penambahan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) sektor pendidikan.
BACA JUGA: IPN Kaltim Minta Distribusi Guru PPPK Disesuaikan dengan Domisili dan TPP Tidak Disamaratakan
"Harapannya ada kewenangan yang diberikan kepada daerah sekaligus penambahan alokasi DAU bidang pendidikan sehingga tidak berdampak pada dunia pendidikan di Kota Samarinda," terangnya.
Di sisi lain, DPRD Samarinda turut menyoroti persoalan kekurangan tenaga pengajar yang dinilai semakin berat dari tahun ke tahun akibat tingginya angka pensiun maupun meninggal dunia di kalangan guru.
Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut, rata-rata terdapat sekitar 150 hingga 200 guru yang pensiun atau meninggal setiap tahun.
Sementara ruang pemerintah daerah untuk menambah tenaga honorer semakin terbatas setelah perubahan regulasi pengangkatan tenaga kerja pemerintah.
BACA JUGA: Krisis Guru Balikpapan Makin Parah, Regenerasi Mandek dan Sekolah Terancam Kehilangan Pengajar
Sri menilai kekurangan guru paling terasa pada wali kelas sekolah dasar dan tenaga pengajar Bahasa Inggris.
Padahal kebutuhan guru untuk mata pelajaran tersebut diperkirakan meningkat karena menjadi bagian penting pembelajaran tingkat dasar.
“Subsidi sekolah swasta sebenarnya pernah kami usulkan, tapi kondisi anggaran saat ini masih menjadi tantangan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
