Bankaltimtara

Dua Oknum Guru Honorer di Samarinda Dipenjara karena Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Muridnya

Dua Oknum Guru Honorer di Samarinda Dipenjara karena Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Muridnya

Konferensi pers kasus pelecehan seksual di Mapolresta Samarinda, Senin (17/2/2025).-Disway/ Mayang-

 

Hendri Umar mengungkapkan, bahwa kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari orangtua siswa yang menjadi korban.

 

“Kami menerima laporan dari orangtua korban yang anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari oknum guru honorer ini,” ujar Hendri.

BACA JUGA: Unmul Samarinda Sosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025, Simak Waktu Pendaftarannya!

 

“Kami juga menerima barang bukti berupa percakapan melalui Instagram, DM, yang dilakukan pelaku terhadap beberapa siswa,” tambahnya.

 

Dalam pesan yang berhasil dibuka di media sosial korban, pelaku terlihat membujuk rayu korban dengan menyatakan rasa sukanya.

 

Lalu memaksa meminta foto korban, hingga menyuruh korban untuk bungkam seperti tidak pernah menjalin komunikasi dengannya.

 

"Eh hapus ya chat kita. Kalau ada ditanya sama guru-guru bilang aja nggak pernah chatingan gitu ya," tulis tersangka dalam pesan itu.

BACA JUGA: Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan dan Idulfitri, Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat

 

Berdasarkan laporan tersebut, Unit PPA Satreskrim bergerak cepat dan berhasil mengamankan NS. “Ini merupakan salah satu kasus yang sangat memprihatinkan bagi kita semua,” kata dia.

 

Modus yang dilakukan NS adalah dengan memanfaatkan situasi saat korban sedang belajar di kelas.

 

“Saat korban meminta izin ke WC, pelaku mengikutinya secara diam-diam dari belakang,” jelasnya.

 

Di depan WC, NS kemudian memeluk korban dan menyeretnya ke dalam WC. “Di dalam WC, pelaku melakukan persetubuhan, mencium bibir korban, dan meremas payudara korban yang masih di bawah umur,” terang Kombes Pol Hendri.

BACA JUGA: RI Tawarkan 35 Proyek Hilirisasi ke Investor, Nilainya Mencapai Rp 2.015 Triliun

 

Namun, perbuatan NS tidak berlanjut karena korban berteriak meminta tolong dan diketahui oleh teman-temannya.

 

“Kami menemukan dugaan tidak hanya ada satu korban. Ada dua korban yang melaporkan saudara NS ini, dan ada beberapa korban lainnya yang diduga juga menjadi korban,” lanjutnya.

 

Saat ditanya oleh Kasat Reskrim Kompol Dicky Anggi Pranata, NS mengakui perbuatannya dan mengaku “khilaf”.

 

Ia juga mengatakan bahwa merasa tertarik kepada anak-anak dan menganggap mereka seperti perempuan dewasa.

BACA JUGA: Misi Artemis II Sudah Direncanakan tapi NASA Bingung apakah Jadi Pergi ke Bulan atau Mars?

 

“Pengakuan pelaku, jika melihat anak-anak merasa tertarik dan akhirnya ada hawa nafsu di situ, menganggap anak-anak ini merupakan perempuan dewasa,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: