Bankaltimtara

Prostitusi di Kawasan Loa Hui Masih Ada, Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan

Prostitusi di Kawasan Loa Hui Masih Ada, Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan

Pemkot Samarinda akan memperketat pengawasan di eks lokalisasi Loa Hui.-Rahmat/Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Pemerintah Kota Samarinda menaruh perhatian serius terhadap aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Kawasan yang sudah ditutup sejak 2016 itu kembali disorot setelah razia gabungan Satpol PP pada Minggu, 16 November 2025 lalu, ditemukan indikasi kuat adanya praktik prostitusi yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan lebih dari 100 perempuan tanpa identitas yang seluruhnya bukan warga Samarinda.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah alat kontrasepsi dan ratusan botol minuman keras yang disembunyikan di beberapa bilik bangunan yang seharusnya telah berhenti beroperasi.

BACA JUGA: 122 PSK 'Kerja' Lagi di Eks Lokalisasi Loa Hui Samarinda, Mayoritas dari Luar Kaltim

BACA JUGA: Razia Kopi Pangku Poros Kukar Diduga Bocor, Banyak Warung Tutup

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran, bahwa Loa Hui kembali berkembang menjadi pusat prostitusi yang tidak sesuai peruntukan kawasan.

Plt. Asisten I Setda Kota Samarinda, Asli Nuryadin menyayangkan munculnya kembali aktivitas ilegal tersebut.

Ia menegaskan, bahwa kawasan itu telah dialihfungsikan dan bukan lagi tempat yang diperbolehkan untuk kegiatan prostitusi.

“Loa Hui itu kan eks lokalisasi, tapi saat razia kemarin terlihat ada perkembangan lagi bisnis prostitusi,” ucapnya saat ditemui di Inspektorat Samarinda, Jumat, 21 November 2025.

BACA JUGA: Perda Pendidikan Direvisi, Pemerataan Mutu Melalui Kolaborasi dengan Industri

BACA JUGA: Pengerjaan Tahap Kedua Taman Balai Kota Samarinda Ditarget Rampung 31 Desember

Asli menambahkan, bahwa kawasan tersebut kini bahkan telah dilengkapi fasilitas publik, termasuk sekolah baru, SMPN 43, yang ditargetkan beroperasi pada Juni mendatang.

Menurutnya, dari data yang dihimpun petugas, mayoritas individu yang terjaring razia bukan warga setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait