Bankaltimtara

Bahaya Mengintai di Balik Deretan Truk Antre BBM di Bontang

Bahaya Mengintai di Balik Deretan Truk Antre BBM di Bontang

Antrean truk mengular hingga 1 kilometer dari pintu masuk SPBU di Kota Bontang, demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis Solar.-(Disway Kaltim/ Michael)-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Jalan yang luas itu kini mulai terasa sempit. Awalnya bisa dilintasi 2 mobil, kini hanya bisa satu mobil. Itupun harus berhati-hati. 

Jika satu mobil melintas di jalan tersebut, maka kendaraan roda 2 sudah tidak bisa lagi menyalip. Alhasil, semua kendaraan harus sabar mengantre.

Kondisi itu terjadi bukan karena ada perbaikan drainase. Juga bukan karena ruas jalan raya yang sengaja dikecilkan karena adanya pembongkaran aspal jalan raya. 

Tetapi antrean mobil berukuran besar memakan satu ruas jalan, demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar.

BACA JUGA: Truk Antre BBM di Bontang Parkir Depan Sekolah, Mengganggu Aktivitas dan Membahayakan Siswa

Kondisi itu bisa saja terjadi berjam-jam. Hampir di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Taman, nama lain Bontang

Sore kemarin, Rabu, 23 Oktober 2025, antrean panjang mobil truk ini terjadi di SPBU Akawi Bontang, Jalan MT Haryono. 

Antrean mobil berbadan besar ini terjadi sekitar satu kilometer. Hampir sampai ke markas Polres Bontang. 

Kondisi ini membuat ketakutan tersendiri bagi masyarakat. Keselamatan mereka terancam. Khususnya pengendara roda dua. 

BACA JUGA: Truk Oleng dan Terguling Usai Isi BBM, Kapolsek Palaran: Istirahat Jika Lelah atau Mengantuk!

Karena, sedikit saja lengah, pantat truk akan menyapa muka mereka. Banyak juga masyarakat yang akhirnya memilih untuk menghindar dari jalan itu. Memilih untuk menggunakan jalur lain untuk ke tujuan mereka.

Salah satunya adalah Fernando Orlando, salah satu masyarakat yang tinggal di Wilayah Kampung Baru, Bontang Selatan. 

Dia mengaku takut melintas di Jalan MT Haryono itu ketika banyak antrean truk. Karena, badan truk bisa menutupi separuh badan jalan.

“Itu bukan hanya sekali. Tapi sudah berkali-kali. Sudah itu, mereka antrenya pas siang hari. Kenapa gak di jam tertentu saja yang aktivitas masyarakat sedikit. Ini membahayakan kami sebagai pengguna jalan,” katanya, saat ditemui NOMORSATUKALTIM, Selasa, 22 Oktober 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: