Bankaltimtara

Harga Cabai Merah di Bontang Tembus Rp90 Ribu/kg, Bapanas Peringatkan Pedagang

Harga Cabai Merah di Bontang Tembus Rp90 Ribu/kg, Bapanas Peringatkan Pedagang

Harga cabai merah di pasar tradisional Kota Bontang mencapai Rp90 ribu per kilogram.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Harga cabai merah di Kota Bontang melonjak hingga Rp90 ribu per kilogram di tingkat pasar. 

Kenaikan ini menjadi temuan utama dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satgas Saber Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polda Kaltim serta sejumlah instansi daerah.

Sidak tersebut melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Bontang. Tim memantau harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Taman Rawa Indah, pusat perbelanjaan modern, petani cabai, serta distributor beras dan telur.

Ketua Pokja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan lonjakan harga paling tinggi terjadi pada komoditas cabai merah.

BACA JUGA: Inflasi Balikpapan Naik 0,75 Persen, Dipicu Lonjakan Harga Cabai

BACA JUGA: Harga Beras dan Cabai Terpantau Turun di Kutai Timur

“Tadi kami ke petani. Harga cabai merah di petani sudah Rp60 ribu per kilogram. Sampai di pasar, harganya sudah Rp90 ribu per kilogram,” kata Yudhi, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu curah hujan yang cukup tinggi sehingga sejumlah petani mengalami gagal panen. Selain itu, pasokan cabai tidak sepenuhnya berasal dari petani lokal di Kota Bontang, melainkan juga didatangkan dari daerah lain.

“Pasokan ini kan diambil juga dari Samarinda dan Banjar. Pengirimannya ini terkendala karena hujan. Jadi, pastinya stok menipis di pasar,” imbuhnya.

Selain cabai merah, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas beras dan telur. Namun, kenaikannya dinilai tidak terlalu signifikan.

BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu, Disdag Samarinda Siapkan Pasar Murah Jelang Lebaran

BACA JUGA: Harga Cabai dan Sayuran di Kukar Naik, Beras tetap Dijual Sesuai HET

Menurut Yudhi, tingginya harga beras dan telur dipengaruhi biaya distribusi yang meningkat, mengingat sebagian pasokan didatangkan dari luar daerah.

“Tadi kami ke distributor beras dan telur, mereka ini ngambilnya pasti di Sidrap, Bone, Sulawesi. Memang, dari sana harganya sudah tinggi. Tapi nanti akan kami lacak, apakah harga dari perusahaan atau penggilingannya sudah tinggi atau tidak,” bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait