Bankaltimtara

Dinas Pangan Sebut Menu MBG di Berau Abaikan Potensi Komoditas Lokal

Dinas Pangan Sebut Menu MBG di Berau Abaikan Potensi Komoditas Lokal

Salah satu SPPG di Berau.-dok/Disway Kaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Dinas Pangan Kabupaten Berau menyoroti ketidaksesuaian antara menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan potensi pangan lokal daerah.

Bahan-bahan non lokal justru mendominasi daftar konsumsi MBG. Sementara komoditas unggulan Berau belum banyak tersentuh.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan hasil pemetaan produksi dan kebutuhan pangan menunjukkan adanya kesenjangan antara sumber pangan lokal dan bahan yang digunakan dalam menu MBG.

Padahal, Berau memiliki potensi produksi besar dari hasil laut hingga bahan pangan segar yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan program tersebut.

“Kalau kita lihat dari data produksi dan kebutuhan pangan, ikan tongkol dan tuna itu hasil unggulan Berau. Produksinya bahkan mencapai sekitar 954 ton atau 89,95 persen dari kebutuhan masyarakat. Tapi di MBG, ikan ini belum pernah dijadikan menu,” ujarnya, Rabu 8 Oktober 2025.

Sebaliknya, kata dia, bahan pangan seperti wortel dan melon justru rutin digunakan, meski bukan hasil daerah.

Padahal, Berau tidak menghasilkan wortel, sementara produksi jeruk lokal hanya sekitar 5 ton dan melon 1 ton per tahun.

“Buah dan sayur seperti wortel, jeruk, dan melon hampir selalu ada di menu MBG. Padahal di Berau tidak diproduksi dalam jumlah memadai. Ini yang kami anggap belum selaras dengan prinsip kemandirian pangan,” kata Rakhmadi.

Ia menilai, penggunaan bahan non lokal tidak hanya mengabaikan potensi daerah, tetapi juga bisa berdampak pada kestabilan harga pangan.

Dengan permintaan besar dari program MBG, Rakhmadi khawatir komoditas yang harus didatangkan dari luar berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.

“Harapan kita, program MBG justru membantu memperkuat ketahanan pangan lokal. Tapi kalau bahan yang digunakan sebagian besar dari luar, malah bisa menekan pasar lokal dan membuat harga naik,” tegasnya.

Dinas Pangan Berau mencatat, kebutuhan bahan pangan untuk MBG bagi peserta didik di SPPG Kelurahan Gunung Panjang dan Kelurahan Karang Ambun cukup besar.

Setiap harinya, dibutuhkan sekitar 4,4 ton beras, 3,6 ton lauk hewani, 3,9 ton sayur, dan 4,1 ton buah. Sementara untuk lauk nabati, ketersediaannya di daerah masih jauh dari cukup.

“Lauk nabati seperti tahu dan tempe itu bahan utamanya kedelai. Total ketersediaannya di Berau hanya 12 ton, sementara kebutuhan MBG saja mencapai 210 ton. Belum termasuk kebutuhan masyarakat di luar program,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: