Bankaltimtara

Massa Aliansi Balikpapan Bergerak Bakar Ban di Jalan, Aparat Perketat Pengamanan

Massa Aliansi Balikpapan Bergerak Bakar Ban di Jalan, Aparat Perketat Pengamanan

Massa membakar ban di jalan dalam aksi di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Senin (1/9/2025).-Salsa/ Nomorsatukaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Situasi aksi unjuk rasa Aliansi Balikpapan Bergerak (BARAK) di depan Balikpapan Center (BC), pada Senin (1/9/2025), mulai memanas.

Menjelang sore, massa terlihat membakar ban di tengah jalan sebagai bentuk simbolik perlawanan. Ratusan peserta aksi yang sebelumnya berkumpul dengan tertib kini mulai bergerak lebih intens menuju Gedung DPRD Kota Balikpapan.

Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar kawasan Klandasan terpantau tersendat akibat adanya barisan massa dan titik bakar yang menutup sebagian badan jalan.

Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI terus bersiaga di lokasi. Pasukan pengendali huru-hara memperketat barisan pengamanan, sementara polisi lalu lintas mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

BACA JUGA: Mahasiswa Balikpapan Aksi Turun ke Jalan, Warga Tepuk Tangan: Suara Mereka, Suara Kita Juga

BACA JUGA: Ngeri, Ketahuan Bikin 27 Botol Bom Molotov, 22 Mahasiswa Samarinda Ditangkap Polisi

Sejumlah personel kepolisian tidak berpakaian preman juga terlihat memantau pergerakan massa dari dekat. Dari atas mobil komando, sejumlah orator secara bergantian menyampaikan tuntutan.

Tari, perwakilan dari Lintas Komunal Balikpapan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan.

"Rakyat dicekik dengan pajak, sementara para elit politik hidup dengan hak istimewa. Cukup sudah zaman kegelapan ini. Kita menuntut penghapusan hak istimewa pejabat, pemotongan gaji dan tunjangan mereka, serta pengalihan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan gratis," seru Tari, seorang buruh di Bazzar Balikpapan saat menyampaikan orasi.

Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai abai terhadap kesejahteraan rakyat. "Ketika guru dan dosen dianggap beban negara, sementara gaji pejabat melambung hingga ratusan juta, itu penghinaan bagi kita semua. Kami tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan," lanjutnya.

BACA JUGA: Ojol-Mahasiswa Bersatu Geruduk Kantor DPRD Kaltim

BACA JUGA: Aksi 1 September di Kukar Berlangsung Damai, DPRD Teken Nota Kesepahaman dari Mahasiswa

Tari menutup orasi dengan seruan keras agar rakyat tidak gentar menghadapi represi aparat.

"Jangan biarkan rasa takut membungkam suara kita. Lawan oligarki, lawan militerisme, dan rebut kembali hak-hak rakyat dengan kekuatan buruh dan rakyat bersatu!" teriaknya disambut gemuruh massa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait