Bankaltimtara

Macron Desak Israel Buka Akses Gaza, Anggota DPR AS Minta Trumph Akhiri Perang

Macron Desak Israel Buka Akses Gaza, Anggota DPR AS Minta Trumph Akhiri Perang

Truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza melalui pos perbatasan, di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Palestina, Juli kemarin.-Xinhua/Antara-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Pengiriman bantuan melalui udara dinilai tidak memadai untuk mengatasi kelaparan yang terus melanda Jalur Gaza.

Hal itu disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui unggahannya di platform X sebagaimana dilansir Antara, Sabtu 2 Agustus 2025.

"Kami baru saja melakukan pengiriman bantuan makanan melalui udara di atas Gaza. Saya berterima kasih kepada mitra Yordania, Uni Emirat Arab, dan Jerman atas dukungan mereka, serta kepada angkatan bersenjata kami atas dedikasi mereka," tulis Macron.

Menurut Macron, jalur udara hanya menjadi solusi jangka pendek dalam penyaluran bantuan. Oleh karena itu dia mendesak Israel agar membuka akses penuh bagi distribusi bantuan kemanusiaan.

BACA JUGA: Raup Untung di Tengah Konfik, Ini Daftar Perusahaan yang Terlibat Mendukung Perang Israel di Gaza

Prancis telah menyiapkan sebanyak 40 ton bantuan darurat yang dikirimkan melalui 4 penerbangan mulai Jumat 1 Agustus 2025 kemarin.

Bantuan yang dikirimkan terdiri dari makanan dan obat-obatan untuk penduduk Gaza yang terdampak konflik.

Selain Prancis, Jerman juga mengerahkan pesawat militernya untuk menjatuhkan bantuan dari udara dalam 2 penerbangan pertama, yakni sekitar 14 ton bantuan berupa 34 palet makanan dan obat-obatan.

Bantuan ini disumbangkan oleh Organisasi Amal Hashemite Yordania (JHCO), menurut pernyataan bersama dari Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman.

BACA JUGA: Israel Perintahkan Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Trump: Gencatan Senjata akan Segera Tercapai

"Karena skala operasinya yang terbatas dan kompleks, kami kembali mendesak Israel untuk memberikan izin penuh bagi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza," demikian isi pernyataan resmi Berlin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyampaikan laporan yang mengungkap peningkatan drastis kematian akibat kekurangan gizi di jalur Gaza. Sejak awal 2025, sebanyak 21 balita dilaporkan meninggal dunia akibat malnutrisi.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkap bahwa lebih dari 10 persen populasi di Gaza mengalami malnutrisi akut.

Kondisi memburukanya krisis dan kelaparan di wilayah itu, kata Tedros, faktor utama penyebabnya adalah penutupan jalur bantuan dan pembatasan akses.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: