80 Persen Anak di Kutai Timur Gunakan Internet, Waspada Pengaruh Konten Berbahaya
Ilustrasi anak menggunakan internet melalui gadget. -freepik-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Akses anak-anak terhadap teknologi digital di Kutai Timur (Kutim) semakin meluas.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, sebanyak 80,72 persen anak usia lima tahun ke atas telah terhubung ke internet.
Angka ini menempatkan Kutim di posisi kelima tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas anak di Kutim telah bersentuhan dengan dunia digital sejak usia dini.
BACA JUGA: Studi: Hampir Separuh Anak Muda Menginginkan Dunia Tanpa Internet
Lebih mengkhawatirkan lagi, data yang sama menyebutkan bahwa 5,88 persen bayi di bawah usia satu tahun sudah menggunakan ponsel.
Dari jumlah itu, 4,33 persen di antaranya telah tersambung ke internet.
Secara nasional, 39,71 persen anak usia dini di Indonesia sudah menggunakan ponsel, dan 35,37 persen di antaranya telah mengakses internet.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan psikolog dan pemerhati anak.
Mereka menilai, paparan digital yang terlalu dini dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan perilaku anak.
BACA JUGA:Penelitian: Mengurangi Akses Internet dapat Mengembalikan Otak Lebih Muda 10 Tahun
Psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Sangatta, Fufahana, menyatakan bahwa teknologi sejatinya dapat membawa manfaat.
Namun tanpa pengawasan yang tepat, penggunaannya menjadi sangat berisiko.
“Teknologi itu seperti dua mata pisau. Di satu sisi memang bisa menunjang pembelajaran dan kreativitas anak, tapi di sisi lain bisa menjerumuskan kalau tidak dikendalikan,” ujar Fufahana saat diwawancarai pada Selasa, 29 Juli 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

