Bankaltimtara

Kutim Siap 90 Persen Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim ke-45

Kutim Siap 90 Persen Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim ke-45

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono-Sakiya Yusri-nomorsatukaltim.disway.id

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) siap menyambut perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, yang akan digelar pada Juli 2025.

Persiapan kegiatan bernuansa religius dan budaya ini sudah mencapai 90 persen.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, menyampaikan bahwa seluruh komponen daerah terus bekerja maksimal untuk memastikan MTQ berlangsung sukses dan berkesan.

“Ini bukan sekadar soal menjadi tuan rumah, tapi juga momentum memperlihatkan komitmen Kutim dalam membina generasi Qurani dan mempererat silaturahmi antarwilayah,” ungkap Poniso, Sabtu 5 Juli 2025.

BACA JUGA: MTQ ke-45 Kaltim Tinggal 12 Hari Lagi, LPTQ Matangkan Persiapan 

Berbagai aspek teknis maupun non-teknis sedang dalam tahap finalisasi. Pemerintah daerah bahkan menggandeng EO profesional, EL Production, guna menjamin pelaksanaan MTQ berlangsung tertib, meriah, dan terstruktur.

Fokus utama juga diarahkan pada kesiapan venue utama, jalur pawai taaruf, stan pameran, pemondokan kafilah, hingga infrastruktur seperti listrik, air bersih, dan transportasi lokal.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala saat pelaksanaan.

Poniso memastikan, MTQ Kaltim tahun ini akan digelar selama sembilan hari. Para kafilah mulai berdatangan pada 10 Juli 2025, dengan pembukaan resmi dijadwalkan pada 13 Juli dan penutupan pada 18 Juli. Peserta dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing pada 19 Juli.

BACA JUGA: Penjaringan Bibit Terbaik, PT Berau Coal Dukung Pelaksanaan MTQ ke-55

Lebih dari sekadar lomba tilawah, Poniso menilai MTQ adalah momen strategis untuk menunjukkan identitas Kutim sebagai daerah religius, terbuka, dan sarat semangat gotong royong.

“MTQ ini merupakan wadah pembinaan akhlak, karakter, dan nilai kebangsaan dalam semangat Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat – mulai dari tokoh agama, pemuda, pelaku UMKM, aparat desa hingga kelurahan – untuk bersama-sama menyemarakkan MTQ ini. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sebagai kunci sukses yang akan mencerminkan marwah Kutai Timur di mata provinsi maupun nasional.

Tak lupa, Poniso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk panitia dan aparat keamanan, yang telah bekerja keras.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: