Tali Banana Boat Putus, Warga Balikpapan Meninggal di Beras Basah Bontang
Perempuan paruh baya asal Balikpapan yang meninggal di Beras Basah Bontang.-istimewa/BPBD Bontang-
BONTANG, NOMOR SATU KALTIM - Liburan terakhir bersama keluarga di Beras Basah Bontang. Sri Wahyuningsih kini sudah beristirahat untuk selama-lamanya.
Dia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Amalia Bontang, ketika mendapat penanganan intensif oleh tim dokter di rumah sakit itu.
Kalaksa BPBD Bontang Usman mengatakan, nenek berusia 62 tahun itu tutup usia usai menaiki banana boat bersama keluarganya di pulau Beras Basah Bontang.
Ketika itu, warga Balikpapan ini sedang berlibur di Kota Taman, Sabtu 28 Juni 2025 pagi.
BACA JUGA:Bontang Kuala Masih Jadi Destinasi Wisata Favorit
BACA JUGA:Kesulitan Mendaftar Online jadi Masalah SPMB 2025, Dewan Pendidikan Sarankan Pembenahan
“Ketika bermain, tali penarik banana terputus. Korban tercebur ke laut tetapi tidak tenggelam. Karena menggunakan life jacket,” kata Usman kepada Nomorsatukaltim, Minggu 29 Juni 2025.
Saat itu, Sri langsung diangkat ke speed boat. Ketika sudah di atas perahu cepat itu, Sri mengeluh sesak nafas.
Kesadarannya pun terus menurun. Melihat kondisi tersebut, anak Sri yang ada di sampingnya sontak melakukan tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru).
“Korban saat itu merespon dengan muntah,” terangnya.
BACA JUGA:Sekolah Swasta Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Juknis SPMB 2025
Keluarga Sri minta kepada petugas untuk membawa perempuan kelahiran Surakarta 21 Oktober 1962 ke pelabuhan Tanjung Laut Indah.
Mereka membawa menggunakan speed boat. Dalam perjalanannya, tim yang mengantarkan itu langsung berkoordinasi dengan BPBD Bontang.
“Kami mendapat informasi itu sekitar pukul 11.55 Wita. Petugas kami pun langsung menuju ke pelabuhan Tanjung Laut Indah. Kami mencoba koordinasi dengan tim PSC 119. Tetapi tim PSC 119 belum bisa datang karena sedang mengantar pasien ke RSUD,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

