Bankaltimtara

Tingkatkan Kewaspadaan Dini, Warga Kukar Diminta Tak Lengah Terhadap COVID-19

Tingkatkan Kewaspadaan Dini, Warga Kukar Diminta Tak Lengah Terhadap COVID-19

Siswa menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19, pada tahun 2022 lalu di Kukar.-(Foto/ Istimewa)-

TENGGARONG, NOMORSATUKALTIM – Meskipun belum ditemukan kasus positif COVID-19 di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Kesehatan Kukar mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus varian baru. 

Langkah ini menyusul terbitnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) yang meminta seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan atas lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus positif di Kaltim. 

Namun, kesiapsiagaan dini menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kondisi tetap aman dan terkendali.

BACA JUGA: COVID-19 Masuk Indonesia Lagi, Dinkes Kaltim: Jangan Panik

BACA JUGA: Lawan Beragam Penyakit Menular, Dinkes Samarinda Minta Kesehatan Individu Juga Perlu Ditingkatkan

“Langkah kita saat ini adalah siaga lebih awal. Memang belum ada laporan kasus yang masuk, tapi kita tidak boleh lengah,” ujarnya saat ditemui, pada Selasa (3/6/2025).

Kusnandar menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta aktif menjaga kebersihan dan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes), terutama mencuci tangan dan menggunakan masker, khususnya di tempat umum atau saat berada di kerumunan.

“Penting bagi masyarakat untuk tetap disiplin menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara rutin dan tetap memakai masker, terlebih saat berada di kerumunan,” tegasnya.

BACA JUGA: Kasus DBD Kaltim Mencapai 2.210 Kasus, Balikpapan Masih yang Tertinggi

BACA JUGA: 92 Orang Keracunan Makanan di Perkebunan Sawit Muara Kaman

Hal ini sejalan dengan imbauan Kemenkes yang menekankan penguatan pengawasan di wilayah perbatasan dan pintu masuk internasional, seperti bandara, dengan mengaktifkan kembali alat pemindai suhu tubuh dan sistem pemantauan partikel udara. 

Hal ini sebagai langkah antisipatif atas kemungkinan masuknya varian baru yang tengah menyebar di Thailand, Singapura, Malaysia, dan Hongkong, seperti XEC, JN.1, LF.7, dan NB.1.8.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: