Bankaltimtara

Pedagang Hewan Kurban Pangkas Stok 50 Persen, Terdampak Penurunan Daya Beli Warga Balikpapan

 Pedagang Hewan Kurban Pangkas Stok 50 Persen, Terdampak Penurunan Daya Beli Warga Balikpapan

Erlin, bersama hewan kurban dagangannya di kawasan Sumberrejo, Kota Balikpapan.-(Disway Kaltim/ Salsa)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Penjualan hewan kurban di Balikpapan mengalami penurunan signifikan dalam 2 tahun terakhir.

Erlin Afrian, seorang pedagang sapi dan kambing asli Balikpapan yang telah menekuni usaha ini sejak 1998, mengungkapkan bahwa penjualan tahun ini turun hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, perubahan signifikan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya daya beli masyarakat yang menurun serta banyaknya pedagang musiman yang turut berjualan hewan kurban.

"Kalau dilihat dari segi ekonomi dan daya beli masyarakat, memang agak turun tahun ini," kata perempuan yang akrab disapa Erlin saat ditemui di lokasi usahanya di Jalan Sumberrejo, Jalan Mayjend D.I. Panjaitan.

BACA JUGA: DPKH Kaltim Dorong Kurban Berkualitas Lewat Bantuan Alat dan Edukasi Masjid

Dari sisi administrasi, ia juga menyebut terdapat kendala dalam perizinan yang meski sudah dipermudah oleh pemerintah, prosesnya tetap memakan waktu cukup lama sehingga harus dipersiapkan jauh-jauh hari.

Penurunan paling signifikan terlihat pada pasokan dan penjualan sapi. 

Tahun lalu, Erlin memelihara sekitar 39 ekor sapi, tetapi tahun ini hanya 25 ekor, dan baru sekitar 50 persen yang terjual.

Walhasil, harga sapi meningkat 20-30 persen karena kenaikan biaya transportasi, karantina, dan vaksinasi terutama terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

BACA JUGA: Presiden Prabowo Beli 3 Ekor Sapi di PPU untuk Kurban

Sebagian besar pasokan sapi Erlin berasal dari Sulawesi, karena jarak tempuhnya lebih dekat dibandingkan wilayah lain seperti Jawa atau NTB, yang saat ini belum diperbolehkan masuk ke Balikpapan.

Sedangkan kambing, meskipun jumlahnya menurun dari sekitar 600 ekor menjadi 400-500 ekor, masih diizinkan masuk.

Diketahui, harga sapi bervariasi mulai dari Rp18 juta untuk sapi Bali terkecil hingga Rp30 juta untuk sapi terbesar. 

Erlin memilih jenis sapi Bali dan Simental sebagai unggulan yang diminati pembeli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: