Bankaltimtara

Dispora Kaltim Siapkan PPLM 2026, Fokus Lanjutkan Pembinaan Atlet Tingkat Mahasiswa

Dispora Kaltim Siapkan PPLM 2026, Fokus Lanjutkan Pembinaan Atlet Tingkat Mahasiswa

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading (baju batik) menyerahkan medali kejuaraan taekwondo antar club Piala Gubernur Kaltim 2024.-istimewa-


SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus memperkuat skema pembinaan atlet dengan memperluas jangkauan program ke jenjang pendidikan tinggi.

Tahun 2026, Dispora Kaltim akan meluncurkan program Pemusatan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM) sebagai kelanjutan pembinaan bagi atlet-atlet muda yang telah lulus SMA.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menjaga kesinambungan pembinaan dari level pelajar menuju tingkat prestasi nasional seperti PON dan Pelatnas.

“Banyak lulusan SMA, SKOI atau SPOPDA yang ingin lanjut kuliah, dan mereka masih punya potensi besar untuk dibina. PPLM ini menjembatani agar proses latihannya tidak terputus hanya karena mereka memasuki jenjang mahasiswa,” jelas Rasman.

Berbeda dengan akademi olahraga yang fokus pada level pelajar, PPLM akan membina atlet mahasiswa dengan sistem desentralisasi.

Atlet akan menjalani latihan intensif yang dipadukan dengan studi di perguruan tinggi mitra. “Target kami porsinya 70 persen untuk latihan dan kejuaraan, 30 persen kuliah. Kita kerja sama dengan kampus-kampus yang punya prodi olahraga agar waktu belajar mereka bisa fleksibel. Jadi tidak mengganggu proses latihan,” ungkap Rasman.

Saat ini, beberapa kampus seperti Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) disebut sebagai opsi mitra potensial, meski kerja sama masih bersifat penjajakan.

Rasman menegaskan, baik kampus negeri maupun swasta terbuka untuk digandeng selama memiliki program studi olahraga.

“Kami tidak membatasi asal kampusnya. Yang penting ada kemauan kerja sama. Kita ingin pastikan anak-anak ini bisa terus berlatih, ikut kejuaraan, dan tetap kuliah tanpa harus memilih salah satu,” tambahnya.

Dispora berharap anggaran untuk PPLM bisa tetap dipertahankan dalam APBD 2026 agar program ini benar-benar berjalan maksimal.

Pasalnya, usia ideal untuk meraih puncak prestasi atlet, seperti tampil di PON atau Pelatnas, biasanya terjadi setelah usia 20 tahun.

“Kalau hanya kita bina di SMA, sayang sekali. Padahal usia emas mereka justru bisa di atas itu. Jadi program ini penting untuk menjaga kesinambungan dan konsistensi prestasi olahraga Kaltim,” tutup Rasman. (ADV/GTN)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: