Bankaltimtara

Perjuangan Palestina Adalah Simbol Tuntutan Keadilan Global

Perjuangan Palestina Adalah Simbol Tuntutan Keadilan Global

Perjuangan Palestina Adalah Simbol Tuntutan Keadilan Global.-(istimewa)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM Akademisi asal Inggris, Salman Sayyid, menyebut bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan sekadar isu politik regional, melainkan cerminan dari krisis keadilan global yang lebih luas.

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi Reorienting Resistance, edisi keempat dari Critical Muslim Studies yang digelar di Istanbul, Turki, pada Sabtu (31/5/2025).

Sayyid, yang juga dosen di University of Leeds, menilai bahwa kondisi yang dihadapi Palestina saat ini memperlihatkan kegagalan sistem internasional dalam menjamin perlindungan dan keadilan bagi masyarakat Muslim.

Ia menyebut bahwa tatanan global yang mengusung nilai-nilai liberal seperti hak asasi manusia, kesetaraan, dan kebebasan justru belum mampu merespons penderitaan yang dialami bangsa Palestina secara nyata.

BACA JUGA : Chile Umumkan akan Tarik Atase Militer dari Israel, Respons Atas Krisis Kemanusiaan di Gaza

“Jika kita tidak mampu melindungi orang-orang yang jelas-jelas menderita, yang kita saksikan secara langsung melalui layar televisi dari kekejaman yang mereka alami setiap hari, maka tatanan dunia yang kita anggap adil ini harus dipertanyakan kembali,” ujar Sayyid dikutip dari ANTARA, Minggu (1/6/2025).

Ia menambahkan, kasus Palestina bahkan semakin memperjelas adanya ketimpangan dalam pengambilan keputusan global.

“Terutama ketika rakyat Palestina harus berhadapan dengan negara kolonial pemukim terakhir yang masih bertahan di dunia modern,” tegasnya.

Sayyid juga menyoroti bahwa meskipun kekuatan militer dan diplomatik Palestina terbatas, semangat perjuangan mereka justru menggema luas di berbagai belahan dunia.

BACA JUGA : Macron Anugerahkan Medali Tertinggi kepada Prabowo, Akui Peran Strategis Indonesia?

Hal itu terlihat dari meningkatnya solidaritas internasional, baik dari masyarakat sipil maupun sejumlah pemerintah negara lain.

“Langkah negara-negara Amerika Latin yang memutus hubungan diplomatik dengan Tel Aviv menjadi bukti bahwa dukungan terhadap Palestina terus bertumbuh,” ujarnya.

Menurut Sayyid, dukungan tersebut lahir dari kesadaran kolektif global bahwa ketidakadilan yang terjadi di Palestina bukanlah isu terbatas pada satu kawasan, melainkan bagian dari ketimpangan sistemik yang dialami banyak komunitas Muslim di berbagai negara.

Sayyid juga mengkritik dominasi narasi Barat dalam mendefinisikan perlawanan. Ia menyebut bahwa sejak era perang dingin, konsep perlawanan telah dimarjinalkan baik dalam pemberitaan media arus utama maupun dalam wacana akademik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait