Bankaltimtara

Gores Mobil Warga, Satpol PP Tindak Tegas Anak Jalanan Penjual Tisu di Samarinda

Gores Mobil Warga, Satpol PP Tindak Tegas Anak Jalanan Penjual Tisu di Samarinda

Penertiban anak jalanan di Samarinda oleh Satpol PP beberapa waktu lalu.-IST/ Satpol PP Samarinda-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda kembali menindaklanjuti aduan masyarakat yang ada di media sosial.

Kali ini, laporan menyebutkan bahwa anak jalanan (anjal) yang menjual tisu di sejumlah titik melakukan tindakan agresif.

Adapun proses penertiban yang menyasar kawasan Simpang Tiga Meranti dan Simpang Muara ini dilakukan pada Selasa (20/5/2025).

Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, membenarkan bahwa penertiban itu dilakukan sebagai respons cepat atas tindakan agresif anjal yang menyasar pengguna jalan.

BACA JUGA: Dugaan Modus Baru Gelandangan Pengemis di Balikpapan, Satpol PP Tegaskan akan Tindaklanjuti

Saat diselidiki motifnya, anak tersebut melakukannya terhadap warga yang enggan membeli tisu yang dia jajakan. Hasilnya, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat digores dengan sengaja.

"Satpol PP sudah menindaklanjuti terkait aduan di medsos ya, bahwa laporannya itu ada anak-anak yang menggores mobilnya," kata Anis saat dikonfirmasi, Kamis (22/5/2025).

"Anak-anak yang diamankan ini diduga mencoret mobil karena kesal jualan tisunya tidak dibeli. Namun mereka mengaku hanya teman dari pelaku sebenarnya," tambahnya.

Anis menyayangkan tindakan tidak terpuji yang meresahkan masyarakat itu dilakukan oleh anak-anak berusia 6 sampai 10 tahun.

BACA JUGA: Taman Ini Tak Butuh Listrik PLN! Samarinda Luncurkan Ruang Publik Ramah Iklim

Pasalnya, banyak dari anak-anak ini diperalat untuk bekerja tanpa pengawasan orang dewasa. Bahkan, tingkah mereka seakan dibiarkan begitu saja.

Padahal, menurut Anis, pembinaan dari Dinas Sosial maupun patroli pengamanan dan penertiban 24 jam telah rutin dilakukan.

"Kalau saya bicara bahwa kita bisa mengamankan yang salah satu laporan meresahkan warga ya, sebetulnya tidak kali ini aja. Ya, mungkin jarang terekspos kan. Padahal, kami ini 24 jam mengadakan patroli dan monitoring. Itu selalu kalau ada pelanggaran langsung kami amankan," jelas Anis.

Dari hasil penjaringan di lapangan, sekitar tiga anak-anak diamankan. Mereka mengaku bukan pelaku penggores badan mobil, namun ada tersangka lain yang telah melarikan diri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait