Jangan Sampai Bokek! Ini Cara Cek dan Atur Ulang Keuangan Pasca Lebaran

Jangan sampai bokek setelah lebaran! Berikut ini tips mengatur keuangan agar tetap selamat setelah lebaran.-(Ilustrasi/ Freepik)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Perayaan Idulfitri 1446 H baru saja berlalu, namun bagi sebagian orang, efeknya terhadap keuangan masih terasa.
Setelah pengeluaran besar untuk kebutuhan Lebaran seperti THR, makanan, baju baru, hingga perjalanan mudik, kini saatnya mengevaluasi kondisi finansial agar dompet tidak semakin tipis.
Jangan sampai semangat merayakan Hari Raya berujung pada krisis keuangan yang berkepanjangan.
Lantas, bagaimana cara mengatur ulang keuangan setelah Lebaran agar tetap stabil? Simak beberapa langkah berikut ini agar kondisi finansial tetap sehat dan siap menghadapi bulan-bulan ke depan.
BACA JUGA: Produksi Nasional Surplus 288.700 Ton, Indonesia Ekspor 1,6 Juta Telur ke AS
1. Evaluasi Pengeluaran Lebaran
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kembali pengeluaran selama Ramadan dan Idulfitri. Apakah sesuai dengan anggaran yang telah dibuat sebelumnya atau justru melampaui batas?
Cobalah mencatat semua pengeluaran utama, mulai dari biaya mudik, THR, belanja makanan, hingga pengeluaran tak terduga lainnya.
Dengan mengetahui di mana uang paling banyak digunakan, akan lebih mudah untuk menyesuaikan anggaran di tahun berikutnya.
Jika ada pengeluaran yang terasa berlebihan, jadikan ini sebagai bahan pembelajaran agar lebih bijak dalam mengelola keuangan di masa mendatang.
BACA JUGA: Bandara APT Pranoto Samarinda Catat Penurunan Penumpang selama Arus Mudik Lebaran 2025
2. Cek Kondisi Saldo dan Keuangan Saat Ini
Setelah mengevaluasi pengeluaran, periksa kondisi rekening dan saldo tabungan.
Apakah masih ada cukup dana untuk kebutuhan sehari-hari hingga akhir bulan? Atau justru saldo mulai mengkhawatirkan?
Jika kondisi keuangan mulai menipis, segera buat strategi pengeluaran yang lebih ketat untuk beberapa minggu ke depan.
Hindari pengeluaran impulsif yang tidak terlalu mendesak dan fokus pada kebutuhan prioritas seperti tagihan, cicilan, dan kebutuhan rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: