Bankaltimtara

Efisiensi Anggaran, Pemkab Mahulu Pangkas Biaya Operasional Rp214 Miliar

Efisiensi Anggaran, Pemkab Mahulu Pangkas Biaya Operasional Rp214 Miliar

Pemkab Mahulu dalam sebuah acara yang dihadiri seluruh kepala OPD.-(Disway Kaltim/ Iswanto)-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) mengambil langkah strategis dalam efisiensi anggaran dengan memangkas biaya operasional sebesar Rp214 miliar. 

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.

Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut menyasar perjalanan dinas, belanja operasional kantor, pengadaan alat tulis kantor (ATK), serta biaya rapat dan kegiatan seremoni. 

Meski demikian, kata Bonifasius, pemotongan ini tidak berdampak pada belanja pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan dan infrastruktur.

BACA JUGA: Kantor Kemenag Mahulu Rencana Bangun Sekolah Terpadu Berbasis Agama Katolik, Mulai PAUD hingga SMA

BACA JUGA: Kesbangpol Mahulu Pertimbangkan Usulan Anggaran ke Provinsi untuk Kelancaran PSU

"Pemotongan anggaran ini sebenarnya cukup berdampak, tapi hanya untuk operasional. Karena sasarannya untuk perjalanan dinas, makan-minum, ATK, dan rapat-rapat," ujar Bonifasius, Selasa (11/3/2025).

Untuk memastikan efisiensi berjalan optimal, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Mahulu yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) telah melakukan pembahasan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menyisir pos anggaran yang dapat dipangkas.

"Kami sudah dapat angkanya sekitar Rp214 miliar, itu yang kami efisiensikan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Mahulu, Yohanes Andi Abeh, menambahkan bahwa efisiensi ini mencakup pemangkasan belanja barang dan jasa hingga 50 persen. 

BACA JUGA: Wabup Mahulu Tekankan RKPD 2026 Harus Mencerminkan Kebutuhan Rakyat

BACA JUGA: 30 Persen Anggaran Kampung di Mahulu Dialokasikan untuk Ketahanan Pangan dan Stunting

Setiap OPD diwajibkan melakukan rasionalisasi anggaran sesuai dengan instruksi presiden maupun arahan dari bupati.

Andi mengungkapkan bahwa APBD Mahulu tahun 2025 sebelumnya sebesar Rp2,9 triliun. Namun dengan adanya kebijakan efisiensi, APBD kini turun menjadi Rp2,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: