Pemprov Pastikan Harga dan Stok Bapokting Aman Terkendali Hingga 5 Bulan
Kegiatan koordinasi pemprov kaltim dan stakeholder terkait membahas kesiapan bahan pokok jelang Idulfitri di kantor gubernur Kaltim.-adpim Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Menjelang Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan pasokan dan harga bahan pokok penting (bapokting) tetap aman.
Hal tersebut dinyatakan oleh Rudy Mas'ud, Gubernur Kaltim. Ia menyebut ada empat faktor utama yang menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi agar harga bapokting terkendali.
"Pertama kita harus memastikan ketersediaan pangan, terutama beras. Kedua, distribusi yang harus didukung oleh infrastruktur jalan yang baik. Ketiga, harga yang tetap terjangkau, dan keempat adalah komunikasi yang efektif," kata Rudy Mas'ud.
Untuk menjaga stok beras agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat, ia meminta Perum Bulog bisa mengelola ketersediaan beras dengan baik.
BACA JUGA:Refocusing Anggaran! Pemprov Kaltim Alihkan Rp2,5 Triliun untuk Program Prioritas
BACA JUGA:Bareskrim Polri Sebut Peran Catur sebagai Bandar Narkoba di Wilayah Kaltim
"Apalagi sekarang konsumsi beras di Kaltim semakin meningkat dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov juga mendorong optimalisasi lahan persawahan dengan memanfaatkan sungai-sungai besar. Seperti sungai Mahakam yang melintasi Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, serta sungai Longkali yang berbatasan dengan Penajam Paser Utara (PPU).
"Pokoknya kita targetkan panen beras di Kaltim dapat meningkat, dari sekali setahun menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun. Juga distribusi nya harus lancar, sehingga tidak terjadi keterlambatan yang dapat memicu inflasi," ungkap Rudy.
BACA JUGA:ASN dan Perusahaan di Kaltim Diharapkan Menyalurkan Zakat di Baznas
Oleh karenanya, Pemprov berkomitmen agar seluruh jalan penghubung 10 Kabupaten Kota di Kalimantan Timur dalam kondisi mulus dan layak. Langkah tersebut diharapkan mampu memercepat distribusi pangan dan menekan kenaikan harga di pasaran.
Sebagai upaya menekan inflasi di daerah ini, Rudy Mas'ud berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang menjadi sarannya, yakni menanam komoditas seperti cabai di pekarangan rumah.
"Cabai kan harganya sering naik bahkan lebih dari Rp100 ribu per kilogram, itu bisa menjadi pemicu inflasi. Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, dampaknya akan sangat besar," yakinnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

