Bankaltimtara

400 Jamaah Umrah Terlantar di Jeddah: Sebagian dari Pontianak, Jadwal Pemulangan Belum Jelas

400 Jamaah Umrah Terlantar di Jeddah: Sebagian dari Pontianak, Jadwal Pemulangan Belum Jelas

Ratusan jamaah umroh asal Indonesia terlantar di Jeddah akibat jadwal penerbangan Lion Air yang tertunda 2 hari.-(Ist./ Pontianak Info)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Ratusan jamaah umrah asal Indonesia, hingga kini masih terlantar di Jeddah, Arab Saudi. Puluhan di antaranya merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat. 

Para jamaah hingga kini masih belum mendapatkan kepastian kepulangan ke Tanah Air, akibat penundaan penerbangan yang belum memiliki jadwal pengganti yang jelas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penundaan penerbangan maskapai Lion Air tersebut terjadi dalam rentang waktu 24 hingga 25 Desember. 

Kondisi tersebut membuat para jamaah harus menunggu lebih lama dari jadwal kepulangan semula setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah.

BACA JUGA: Bupati Aceh Selatan Umrah Tanpa Izin Saat Daerah Dilanda Banjir, Kemendagri Minta Segera Pulang

BACA JUGA: Penuhi Janji, Bupati Aulia Serahkan Bonus MTQ: Juara Dapat Rp25 Juta dan Umrah

Dilansir dari Pontianak Disway, jamaah yang terdampak berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Pontianak, Jakarta, Jawa Timur, dan Solo. 

Maskapai yang mengalami penundaan adalah penerbangan dengan nomor JT-0111 rute Jeddah–Jakarta.

Salah seorang jamaah asal Pontianak mengungkapkan, dirinya bersama 24 warga Pontianak lainnya masih tertahan di Jeddah karena belum ada kepastian jadwal kepulangan ke Indonesia.

“Kami sudah dua hari menunggu. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan bisa kembali ke Indonesia,” kata jamaah tersebut.

BACA JUGA: Tahun Ini Paser Dapat Jatah 138 Orang untuk Dibiayai Umrah dan Wisata Religi

BACA JUGA: Pemprov Kaltim Ganjar Hadiah untuk Pengabdi Rumah Ibadah, Tersedia 3.200 Kuota Umrah

Ia menyampaikan, kondisi di lapangan cukup melelahkan, terutama bagi jemaah lanjut usia yang terdampak langsung oleh penundaan berkepanjangan.

Meskipun terdapat penanganan berupa penyediaan hotel dan konsumsi, jarak hotel yang cukup jauh dari bandara dinilai menyulitkan mobilitas jamaah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: