Bankaltimtara

Ketika Manusia Membela Tuhan

Ketika Manusia Membela Tuhan

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si----dok. pribadi.

Dengan demikian, ketiganya sesungguhnya mempunyai hubungan yang sangat erat: Ketuhanan tanpa kemanusiaan dapat berubah menjadi fanatisme. 

Kemanusiaan tanpa keadilan dapat berubah menjadi slogan. Persatuan tanpa penghormatan terhadap perbedaan dapat berubah menjadi penyeragaman. 

Karena itu, Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol negara. Ia harus menjadi etika hidup bersama. 

Baca Juga: Membentengi Bisnis dari Kriminalisasi: Ketika Peradilan Pidana Mengabaikan Asas 'Luce Clariores' 

Jangan sampai Indonesia belajar dari api.

Melihat Nepal, Indonesia sebenarnya sedang melihat dirinya sendiri dari kejauhan. 
Kita mempunyai masyarakat yang sangat majemuk. Agama, suku, bahasa, adat dan tradisi hidup berdampingan. 

Dalam keadaan seperti itu, yang kita perlukan bukan masyarakat yang semuanya berpikir sama. 

Kita justru membutuhkan masyarakat yang mampu berbeda tanpa saling membenci. 
Sebab kerukunan tidak pernah berarti tidak adanya perbedaan. Kerukunan berarti perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan. 

Inilah pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. 

Apalagi di zaman media sosial, sebuah video pendek dapat menjadi bensin bagi konflik. Sebuah potongan suara dapat dipisahkan dari konteks. 

Sebuah simbol dapat diberi tafsir provokatif. Sebuah kabar bohong dapat berlari lebih cepat daripada klarifikasi. Maka, selain toleransi, kita membutuhkan kedewasaan komunikasi. 

Jangan setiap perbedaan segera diberi label ancaman. Jangan setiap simbol agama dianggap sebagai provokasi. Jangan setiap kesalahan individu digeneralisasikan menjadi kesalahan seluruh kelompok. 

Dan jangan menjadikan agama sebagai kendaraan untuk membawa kebencian politik. Sebab ketika kebencian sudah memakai pakaian agama, ia menjadi jauh lebih sulit dihentikan. 

Tuhan tidak membutuhkan massa untuk membela-Nya  

Ada satu pertanyaan filosofis yang layak diajukan: Benarkah Tuhan membutuhkan kita untuk membela-Nya dengan membakar rumah ibadah orang lain?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: disway.id