Ketika Manusia Membela Tuhan
Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si----dok. pribadi.
Di sinilah letak persoalan paling serius dari konflik agama. Toleransi bukan sekadar slogan yang ditempel di spanduk.
Toleransi adalah kesediaan menerima kenyataan bahwa manusia tidak dilahirkan untuk mempunyai keyakinan yang seragam.
Kita boleh berbeda dalam cara menyebut Tuhan. Kita boleh berbeda dalam cara beribadah. Kita boleh berbeda dalam kitab suci, tradisi, simbol, pakaian, upacara, dan hari-hari suci.
Tetapi ada satu hal yang seharusnya tidak boleh berbeda: hak untuk menjadi manusia.
Ketika seseorang dibunuh karena agamanya, ketika rumah ibadah dibakar karena identitas jamaahnya, atau ketika seseorang dipaksa meninggalkan keyakinannya, yang dilanggar bukan hanya perasaan keagamaan. Yang dilanggar adalah martabat manusia dan prinsip dasar kebebasan beragama.
Dalam perspektif hak asasi manusia, kebebasan beragama bukan hadiah dari kelompok mayoritas kepada kelompok minoritas. Ia adalah hak yang melekat pada manusia.
Karena itu, mayoritas tidak boleh berkata: "Kami mengizinkan kalian beribadah."
Kalimat itu saja sudah problematik. Sebab hak bukan sesuatu yang diberikan oleh mayoritas; Hak adalah sesuatu yang harus dihormati oleh semua.
Baca Juga: Logika Merdeka Bernegara (3): Jempol Jokowi, Danantara dan Kapitalisme Negara
Al-Qur'an mempunyai satu kalimat yang sangat pendek tetapi mempunyai kedalaman filosofis luar biasa:
Lakum dīnukum wa liya dīn.
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).
Ayat ini sering dibaca sebagai kalimat tentang perbedaan keyakinan. Tetapi jika direnungkan lebih dalam, ia juga merupakan sebuah etika batas.
Aku mempunyai wilayah keyakinanku. Engkau mempunyai wilayah keyakinanmu. Aku tidak harus mengubah keyakinanku agar menghormati keyakinanmu.
Dan engkau tidak harus kehilangan keyakinanmu agar dapat hidup berdampingan denganku.
Inilah yang sering dilupakan manusia. Kita mengira bahwa toleransi berarti mencampuradukkan semua agama. Tidak.
Toleransi bukan mengatakan bahwa semua agama sama. Toleransi adalah kemampuan untuk mengatakan:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway.id
