Gentle Parenting: Mengasuh Anak Tanpa Marah
Gentle Parenting: Mengasuh Anak Tanpa Marah-(Foto/ Dok. Pribadi)-
Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam membantu orang tua menerapkan Gentle Parenting, antara lain :
- Atur ekspektasi terhadap anak. Ingat bahwa anak belum memiliki kemampuan regulasi emosi sepenuhnya. Tantrum bukan tanda “nakal”, melainkan bagian normal dari perkembangan otak.
- Latih regulasi emosi orang tua. Anak belajar dari contoh. Jika orang tua mudah marah, anak pun akan meniru. Tarik napas, beri jeda, dan respon dengan tenang.
- Gunakan bahasa yang empatik. Jika terbiasa berkata, “Gitu aja nangis, udah diem!”, lebih baik ucapkan, “Sayang, sini peluk dulu. Kalau udah tenang nanti cerita ya kenapa Abang sedih,”
- Tegakkan aturan dengan konsisten. Gentle Parenting mengajarkan anak belajar disiplin, tetapi harus disampaikan dengan lembut. “Setiap hari, kalau Buna pulang kerja, Abang harus sudah mandi ya.”
- Berikan pilihan terbatas. Anak merasa dihargai jika bisa memilih. Misalnya: “Sebelum tidur, Abang mau baca cerita dulu atau gosok gigi?”
- Luangkan waktu berkualitas. Mengajak anak melakukan kegiatan bersama seperti membaca buku, bermain, atau sekadar ngobrol santai bisa jadi alternatif. Anak akan merasa lebih dekat dengan orang tuanya.
Jika kita kembali melihat perspektif filsafat ilmu bahwa pengetahuan, termasuk dalam pengasuhan, terus mengalami evolusi. Apa yang dahulu dianggap benar dapat berubah seiring dengan munculnya penelitian baru, tuntutan sosial, dan peningkatan kesadaran manusia.
Gentle Parenting merupakan salah satu bentuk paradigma baru yang muncul dari gabungan psikologi modern, neuroscience, dan nilai-nilai kemanusiaan. Komunikasi dua arah yang baik bisa menjadi solusi terbaik untuk hubungan orangtua dan anak.
Gentle Parenting mengingatkan kita bahwa peran orang tua bukanlah menciptakan anak yang sempurna, melainkan membesarkan anak yang bahagia, kuat, dan tangguh hingga dewasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

