Hasil Uji Laboratorium Aman, Depot Air Minum di Kutim Bebas E.coli
Air minum isi ulang di Kutai Timur dinyatakan bebas bakteri.-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-
“Sejauh ini alhamdulillah belum ada temuan yang mengarah pada pelanggaran standar. Semua hasil uji masih dalam kategori aman,” katanya.
Meski demikian, Yuwana menegaskan pengawasan tidak akan dikendurkan. Pihaknya tetap melakukan evaluasi berkala untuk mengantisipasi potensi kelalaian dalam proses produksi.
BACA JUGA: DLH Kutai Timur Verifikasi Lapangan, Dugaan Limpasan Air PT KPC Masuk Tahap Uji Lab Kementerian
BACA JUGA: Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah, Harga Beras di Kutim Dijual di Atas HET
Pengawasan tersebut dilakukan melalui Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan (TKPOM) yang melibatkan lintas sektor. Tim ini bekerja secara terpadu untuk memastikan produk yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi.
“Timnya gabungan, ada unsur dari berbagai instansi. Jadi pengawasan tidak hanya pada air minum, tetapi juga obat, makanan, dan kosmetik,” jelasnya.
Selain pengujian laboratorium, pembinaan juga diberikan kepada pengelola depot. Edukasi mengenai sanitasi alat, kebersihan tempat usaha, hingga tata cara penyimpanan air menjadi bagian dari pengawasan preventif.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian, langkah awal yang ditempuh adalah pembinaan melalui puskesmas setempat. Pendekatan ini diutamakan agar pelaku usaha dapat segera melakukan perbaikan.
BACA JUGA: Setelah Polemik Mobil Gubernur, Kini DPRD Kaltim Anggarkan Kendaraan Dinas Senilai Rp6,8 Miliar
BACA JUGA: Heboh Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, KPK: Pengadaan Rawan Mark-Up dan Penyimpangan
Namun, apabila pengelola tidak menunjukkan itikad memperbaiki atau terbukti melakukan pelanggaran serius, Dinas Kesehatan tidak segan memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional.
“Izin operasional salah satunya berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Jika terbukti melanggar dan tidak memenuhi standar, tentu izinnya bisa dicabut,” pungkas Yuwana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
