Jembatan Sei Nibung Kutim Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh ke Berau Dipangkas 4 Jam
Jembatan Sei Nibung resmi dibuka pada Selasa, 24 Februari 2026, usai 12 tahun penantian. Jembatan ini membuka akses darat baru yang memangkas jarak Kutai Timur–Berau hingga 140 kilometer.-(Foto/ Istimewa)-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Jembatan Sei Nibung yang menghubungkan Desa Kandungan Jaya, Kecamatan Kaubun, dengan Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), resmi beroperasi setelah proses pembangunan selama lebih dari satu dekade.
Infrastruktur ini memangkas jarak tempuh menuju Kabupaten Berau hingga 140 kilometer dan mengurangi waktu perjalanan sekitar 4 jam.
Dengan difungsikannya Jembatan Sei Nibung, akses darat dari Kutim menuju kawasan Biduk-Biduk, Berau, kini tidak lagi bergantung pada jalur memutar dan penyeberangan feri.
Masyarakat di wilayah pesisir utara Kutim dapat menggunakan jalur darat yang lebih langsung dan efisien.
BACA JUGA: Kontraktor Proyek Jembatan Sungai Nibung Berutang kepada Warga, Tak Dibayar, Akses Terancam Ditutup
BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Sungai Nibung Berlanjut, Gubernur dan Bupati Kutim Hadiri Ground Breaking
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat meski sempat menghadapi berbagai kendala.
“Pimpinan boleh berganti, tetapi tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat itu tidak boleh berhenti,” tegasnya saat diwawancara, Selasa malam, 24 Februari 2026.
Ia mengakui proyek tersebut tertunda akibat sejumlah persoalan, mulai dari aspek teknis, pembiayaan, cuaca, hingga kinerja kontraktor.
“Faktor terutamanya yang paling besar adalah kontraktornya hilang,” ujarnya.
BACA JUGA: Perbaikan Segera Dimulai, Jembatan Pulau Besing Berau akan Ditutup Total
BACA JUGA: Fender Terpasang, Jembatan Sambaliung Aman dari Risiko Benturan Kapal
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kemudian melanjutkan proyek secara bertahap melalui penganggaran ulang dan evaluasi teknis serta administrasi hingga pembangunan tuntas.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebut peresmian jembatan membawa dampak langsung bagi aktivitas masyarakat yang sebelumnya harus menyeberangi sungai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
