Bankaltimtara

Kecelakaan Berulang, Dishub Kutim Desak KPC Evaluasi Operasional Bus Karyawan

Kecelakaan Berulang, Dishub Kutim Desak KPC Evaluasi Operasional Bus Karyawan

Salah satu bus PT KPC untuk antar jemput karyawan.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Serangkaian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus perusahaan dan masyarakat kembali memantik perhatian pemerintah daerah. 

Salah satu sorotan utama tertuju pada operasional bus milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang kerap melintas di dalam kota Sangatta.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kutim, Abdul Muis, mengatakan pihaknya telah beberapa kali menggelar rapat lintas sektor, termasuk hearing bersama DPRD Kutim, guna mencari solusi komprehensif atas persoalan tersebut.

“Awalnya kami sudah hearing di DPR. Dari sana DPR menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah untuk mengambil sikap terkait bus perusahaan yang masuk dalam kota,” ujarnya.

BACA JUGA: Dampak Kecelakaan Bus Tambang di Sangatta, Pemkab Kutim Akan Evaluasi Semua Pihak

BACA JUGA: Beredar Spanduk di Pinggir Jalan Kritik Kendaraan Tambang Renggut Nyawa Warga

Ia menjelaskan, setelah hearing tersebut, Dishub langsung melakukan rapat internal bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Satlantas Polres Kutim. 

Dari rapat itu, muncul sejumlah opsi penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk langkah jangka pendek, Dishub mengusulkan penghentian sementara operasional bus perusahaan yang melintas di dalam kota. Namun kebijakan ini harus disertai solusi alternatif bagi mobilitas karyawan.

“Opsi awalnya adalah bus kita stop tidak masuk kota. Tapi dengan catatan harus ada solusi, apakah bisa menggunakan angkutan kota, Grab, atau ojek. Kalau itu bisa, maka bus kita hentikan,” jelasnya.

BACA JUGA: Warga Sekerat Kutai Timur Keluhkan Truk Perusahaan yang Melintas Jalan Umum

BACA JUGA: Dishub Kutim Buka Suara soal Truk Perusahaan di Jalan Umum Desa Sekerat

Sementara untuk jangka panjang, Dishub mendorong percepatan pembangunan Ring Road sebagai jalur alternatif. 

Jalan tersebut nantinya diharapkan mampu memecah kepadatan arus lalu lintas dari kawasan Soekarno-Hatta serta mengurangi pertemuan langsung antara kendaraan perusahaan dan pengguna jalan umum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait