Kecelakaan Berulang, Dishub Kutim Desak KPC Evaluasi Operasional Bus Karyawan
Salah satu bus PT KPC untuk antar jemput karyawan.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-
Selain Ring Road, Muis juga menyebut adanya opsi jalur lain melalui kawasan operasional perusahaan, termasuk akses dari Pama menuju Kilometer 5.
Namun ia mengakui masih diperlukan kejelasan status lahan dan kewenangan antar-SKPD sebelum rencana tersebut direalisasikan.
BACA JUGA: Anggota DPRD Kutim Usul Bangun Jalan Khusus Bus Karyawan
BACA JUGA: Bus Karyawan Kerap Bikin Macet Jalanan Kutim
Setelah rapat internal pemerintah, Dishub kemudian mengundang pihak perusahaan, termasuk KPC, untuk membahas hasil kesepakatan awal. Dalam pertemuan tersebut, KPC pada prinsipnya menyatakan siap mengikuti kebijakan pemerintah daerah.
“Mereka menyampaikan bahwa pada dasarnya apapun kebijakan pemerintah, mereka ikut. Itu sudah kami tuangkan dalam berita acara dan saya laporkan ke Pak Asisten,” kata Muis.
Meski demikian, pihak perusahaan juga menyampaikan sejumlah pertimbangan, terutama terkait fungsi bus yang tidak hanya mengangkut karyawan, tetapi juga digunakan untuk menjemput dan mengantar anak sekolah.
Menurut Muis, kepadatan lalu lintas paling tinggi justru terjadi sekitar pukul 07.00 Wita ke atas, saat bus perusahaan beroperasi bersamaan dengan aktivitas masyarakat yang mengantar anak ke sekolah.
BACA JUGA: Lakalantas di Bengalon, Bus Karyawan Nyungsep Masuk Jurang
BACA JUGA: Atur Bus Karyawan dengan Perda
“Kami juga tawarkan solusi pengaturan jam operasional. Karena kalau berangkat kerja itu sekitar jam 05.00 masih relatif aman, tapi saat jam menjemput itu yang padat, karena bersamaan dengan jam sekolah,” ungkapnya.
Dishub pun masih membuka ruang diskusi lanjutan, termasuk rencana perusahaan untuk menerapkan sistem 3 shift kerja sebagai salah satu upaya mengurai kepadatan lalu lintas.
Muis menegaskan hingga kini belum ada keputusan final. Seluruh hasil rapat telah dilaporkan kepada Asisten I Setkab Kutim sebagai atasan langsung Dishub, sebelum nantinya disampaikan kepada Bupati Kutai Timur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
“Sampai sekarang kami baru bisa ketemu Pak Asisten I. Kami tunggu arahan beliau, apakah nanti kita rapat lagi dengan semua pihak atau langsung memanggil KPC terkait persoalan ini,” ucapnya.
BACA JUGA: Curah Hujan Tinggi, Beberapa Titik di Sangatta Tergenang Banjir
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

