Bankaltimtara

Investasi Besar pada Proyek Pembangunan IKN, HIPPI: Masih Sedikit Pengusaha Daerah Terlibat

Investasi Besar pada Proyek Pembangunan IKN, HIPPI: Masih Sedikit Pengusaha Daerah Terlibat

Ketua Umum HIPPI, Erik Hidayat bersama Ketua DPD HIPPI Kaltim, dr. Montik-Mayang Sari/ Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Gelombang investasi besar yang mengalir ke Kalimantan Timur seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum penting bagi daerah ini untuk memperkuat posisi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Dalam arus besar itu, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat minat investor, sekaligus memastikan pengusaha lokal turut menjadi bagian dari proses pembangunan tersebut.

Ketua Umum HIPPI, Erik Hidayat mengatakan, bahwa kehadiran IKN telah mengubah peta ekonomi nasional.

Kalimantan Timur kini menjadi magnet investasi global dengan aliran modal yang datang dari berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, energi, hingga teknologi hijau.

BACA JUGA: Nilai Investasi Pembangunan di IKN Sentuh Rp225 Triliun Hingga Oktober 2025

Namun, di tengah geliat investasi itu, Erik menekankan pentingnya keberpihakan agar pengusaha lokal tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.

"Kita melihat banyak investasi besar masuk ke Kalimantan Timur, tetapi masih sedikit pengusaha daerah yang ikut di dalamnya. HIPPI ingin memastikan mereka punya ruang, kapasitas, dan dukungan agar bisa menjadi pelaku utama dalam pembangunan IKN," ujar Erik Hidayat ditemui usai pelantikan pengurus DPD HIPPI Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu, 1 November 2025.

Ia menilai, pembangunan nasional yang berkeadilan hanya bisa terwujud bila pengusaha lokal dilibatkan secara aktif dalam rantai pasok industri dan proyek strategis yang berjalan di daerah.

"Investasi asing dan nasional tentu dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan, tetapi kemandirian ekonomi bangsa tidak akan pernah terwujud kalau pelaku lokalnya tidak diberdayakan. HIPPI hadir untuk memastikan keseimbangan itu," tegasnya.

BACA JUGA: OIKN Klaim 60 Persen Pekerja di IKN Warga Lokal, DPR Minta Data Pasti

Ia menambahkan, HIPPI akan berperan aktif dalam menjembatani kemitraan antara pengusaha lokal dengan investor besar, baik nasional maupun asing.

"Kita ingin ada transfer teknologi, transfer pengetahuan, dan transfer nilai ekonomi agar pembangunan ini benar-benar menumbuhkan kelas menengah baru di daerah," ujarnya.

Erik menegaskan, HIPPI bukan hanya organisasi pengusaha, melainkan gerakan kebangsaan yang memperjuangkan kemandirian ekonomi pribumi.

"Kita ingin pengusaha lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. IKN adalah momentum untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu membangun dengan kekuatan anak bangsanya," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: